Terkait WannaCry, Indonesia Butuh Benteng Internet

Serangan ransomware WannaCry membuat dunia guncang. Serangan yang melanda sekitar 99 negara di dunia tersebut bertujuan untuk mengekripsi file yang ada di komputer yang kemudian kuncinya bisa diminta ke penyerang dengan menyerahkan tebusan yang biasanya di dalam bentuk BitCoin.

Serangan tersebut awal mulanya diperkirakan berlangsung di Inggris yang dengan seketika menyebar ke negara lain dalam waktu yang cukup singkat. Di Indonesia diperkirakan setidaknya ada dua rumah sakit yang menjadi korban serangan ransomware WannaCry.

Dikutip dari detikinet, terkait dengan serangan ransomware WannaCry tersebut, Indonesia sudah harus memiliki benteng internet dalam menghadapi dan menyelesaikan serangan siber.  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza, menyebutkan Indonesia harus memiliki teknologi siber tingkat tinggi, mampu menahan bahaya dan cepat pulih jika mengalami serangan merusak.

Ia menambahkan bahwa dunia siber Indonesia dalam kondisi sudah darurat untuk diterapkannya teknologi keamanan siber (cybersecurity). Perlu penguatan terhadap keamanan infrastruktur informasi kritis, seperti bank, jaringan listrik dan lainnya. Intinya tidak ada infrastruktur yang independen yang terlepas dari cyber-interdependancies.

Menurutnya kebutuhan akan adanya kesadaran Cybersecurity dan juga Critical Infrastructure Protection (CIIP) untuk menghadapi serangan siber merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki, baik pada tingkat negara ataupun spesifik pada berbagai sektor strategis untuk dapat menjamin ketahanan negara di dunia siber (cyber resiliency).

Pembentukan benteng internet tersebut mungkin bisa dimulai dengan pembentuk Badan Siber Nasional. Tentunya nanti Badan Siber Nasional ini terdari dari lintas Kementerian dan Lembaga mulai dari Polhukam, Kominfo, Lemsaneg, BPPT dan stakeholder terkait mempersiapkan CIIP. Badan ini nantinya merupakan integrasi yang menyeluruh dengan sistem kesiapsiagaan nasional yang meliputi pencegahan, perlindungan, mitigasi, respon, dan pemulihan.

Sumber: Detikinet