Apple Mac Jadi Sasaran Ransomware dan Spyware

Pengguna Komputer Apple Mac diperingatkan tentang varian baru malware yang telah diciptakan secara khusus untuk menargetkan komputer Apple. Salah satunya adalah ransomware yang mengenkripsi data dan menuntut pembayaran sebelum file dilepaskan. Serangan lainnya adalah spyware yang memperhatikan apa yang pengguna lakukan dan meraup informasi berharga.

Para ahli mengatakan bahwa malware dan spyware tersebut menjadi ancaman karena pencipta mereka membiarkan orang menggunakannya secara gratis. Kedua program tersebut ditemukan oleh perusahaan keamanan Fortinet dan AlienVault, yang menemukan sebuah portal di jaringan Tor yang bertindak sebagai etalase untuk keduanya.

Dalam sebuah blog, Fortinet mengatakan bahwa situs tersebut mengklaim bahwa pencipta di balik malware dab spyware tersebut adalah insinyur perangkat lunak profesional dengan pengalaman luas menciptakan kode yang bisa bekerja.

Mereka yang ingin menggunakan salah satu program tersebut didesak menghubungi dan memberikan rincian tentang bagaimana mereka menginginkan agar perangkat lunak jahat bisa disiapkan. Pembuat malware tersebut mengatakan bahwa pembayaran yang dilakukan oleh korban ransomware akan dibagi antara mereka dan pelanggan mereka.

Analisis mengungkapkan bahwa malware tersebut menggunakan enkripsi yang jauh lebih canggih daripada banyak varian yang terlihat dengan menargetkan mesin Windows. Spyware Macspy gratis, yang ditawarkan melalui situs yang sama, dapat mencatat tombol mana yang ditekan pengguna, mengambil tangkapan layar dan memasuki mikrofon mesin.

Dalam analisisnya, peneliti AlienVault Peter Ewane mengatakan bahwa kode berbahaya di spyware berusaha keras untuk menghindari banyak cara keamanan program standar dan menghentikan program semacam itu. Ewane mengatakan pengguna Mac perlu mulai lebih waspada saat pembuat perangkat lunak jahat menargetkan mereka. Aamir Lakhani dari Fortinet mengatakan bahwa pengguna Mac harus memastikan komputer mereka selalu terbarui dengan perangkat lunak terbaru dan mewaspadai pesan yang mereka terima melalui email.

Sumber: BBC