Harvard Larang Siswa Posting Meme Cabul

Surat kabar universitas Harvard melaporkan bahwa setidaknya sepuluh orang siswa harus kehilangan kursi di Harvard setelah memposting meme di halaman Facebook pribadi. Para siswa tersebut memposting pesan bercanda tentang penganiayaan anak, serangan seksual, pedofilia dan Holocaust. Menurut surat kabar tersebut anggota kelompok yang memposting meme juga mengarahkan beberapa penghinaan rasial pada kelompok minoritas. Namun para pembela kebebasan berbicara mengkritik tindakan Harvard yang mengatakan bahwa hukuman tersebut draconian (terlalu keras).

Informasi tentang tindakan Harvard dilaporkan oleh Crimson, surat kabar mahasiswa utama di perguruan tinggi bergengsi tersebut. Materi cabul itu diposting ke forum obrolan di Facebook yang tumbuh dari grup olahpesan yang disiapkan oleh siswa karena mulai belajar di Harvard tahun ini.

Cabang dari grup tersebut kemudian dibentuk oleh calon siswa yang tertarik pada meme dan yang ingin berbagi materi dewasa lebih banyak daripada yang terlihat di chat room utama. Siapa pun yang ingin bergabung dengan subkelompok harus mendaftar dengan membuat dan memposting meme provokatif.

Segera setelah kelompok tersebut dibentuk, para administrator Harvard mengetahui hal tersebut dan meluncurkan sebuah penyelidikan yang meminta siswa untuk menjelaskan kontribusi mereka dalam kelompok obrolan tersebut. Seminggu kemudian, setidaknya 10 anggota kelompok diberitahu bahwa tawaran masuk mereka ke Harvard telah ditarik.

Dalam sebuah pernyataan juru bicara Harvard mengatakan bahwa pihaknya tidak berkomentar secara terbuka mengenai status penerimaan pelamar individual. Prof Alan Dershowitz, yang memberikan kuliah di Harvard Law School, mengatakan bahwa Harvard bertindak terlalu jauh dengan menarik kembali tawaran masuk ke Harvard tersebut. Dia mengatakan bahwa Harvard terlalu mengganggu kehidupan pribadi siswa dengan menyensor komunikasi yang dilindungi undang-undang kebebasan berbicara. Ia juga mengingatkan bahwa keputusan tersebut bisa berdampak jangka panjang bagi siswa yang terlibat.

Sumber: BBC