Vodafone Hentikan Iklan di Situs Berita Palsu dan Kebencian

Sebaran ujaran kebencian dan berita palsu sudah sedemikian luasnya saat ini sehingga dibutuhkan upaya banyak pihak untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menarik iklan yang ada di situs tersebut sehingga mereka tidak lagi memperoleh pendapatan iklan. Hal ini dilakukan oleh Vodafone.

Vodafone akan memperkenalkan kebijakan global baru yang tangguh untuk mencegah iklannya muncul di situs berita palsu dan kebencian. Perusahaan telekomunikasi tersebut, yang menghabiskan hampir 400 juta poundsterling dari anggaran iklan global tahunan sebesar 750 juta poundsterling untuk iklan digital, merupakan perusahaan yang pertama bergerak untuk meninggalkan teknologi otomatis Google dan Facebook.

Dengan kerja sama bersama Google, Facebook dan agensi, Vodafone menyiapkan white list situs tempat iklannya dapat berjalan. Matt Peacock, salah seorang direktur Vodafone mengatakan bahwa sangat mudah untuk memasukkan situs-situs tertentu ke dalam daftar hitam, seperti yang berhubungan dengan pornografi dan perjudian, namun sulit untuk mengecualikan konten yang bertentangan dengan prinsip dan kepercayaan pengiklan.

Menurutnya, ketika membuat keputusan tentang sebuah situs atau saluran yang fokus pada berita palsu atau ujaran kebencian, yang dibutuhkan adalah penilaian manusiawi editorial dan tidak mungkin mengandalkan algoritma saja. Oleh karena itu, Vodafone telah menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk memastikan keamanan merek Vodafone adalah menggunakan pendekatan white list. Daftar putih Vodafone akan menampilkan situs yang telah diidentifikasi sebagai sangat tidak mungkin ifokus pada konten berbahaya.

Vittorio Colao, CEO Vodafone menambahkan bahwa kebencian dan kabar palsu merupakan ancaman untuk melemahkan prinsip-prinsip rasa hormat dan kepercayaan yang mengikat komunitas bersama-sama . Vodafone memiliki komitmen kuat terhadap keragaman dan inklusi. Vodafone juga sangat menghargai integritas proses demokrasi dan institusi yang sering menjadi sasaran sebaran berita palsu. Vodafone tidak akan mentolerir mereknya terkait dengan jenis konten yang kasar dan merusak tersebut.

White List tersebut akan ditinjau ulang secara berkala untuk memastikan agar sesuai dan tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Definisi Vodafone tentang situs penyebaran berita palsu telah diperbarui untuk memasukkan hal-hal yang sengaja bermaksud untuk merendahkan perempuan atau kelompok minoritas yang rentan.

Sumber: The Guardian