Aplikasi Kencan Membuat Penderita Sifilis Meningkat?

Sifilis, penyakit yang dialami kebanyakan orang pada masa lalu, kini kembali menunjukkan peningkatan penderita di AS.  Para pakar kesehatan masyarakat di AS menduga bahwa salah satu sebab naiknya jumlah penderita sifilis sebagian dapat dikaitkan ke media sosial.

David Harvey, direktur eksekutif dari the National Coalition of STD mengatakan bahwa tingkat infeksi sifilis adalah yang tertinggi yang mereka dapatkan dalam 20 tahun. Dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 saja, jumlah kasus sifilis yang dilaporkan ke Centers for Disease Control and Prevention (CDC) meningkat sebesar 17,7%, dari 63.453 menjadi 74.702 kasus.

Gail Bolan dari CDC mengatakan bahwa cara masyarakat mendapatkan partner (seks) yang banyak melalui media sosial mempengaruhi dinamika transmisi seksual. Pelacakan dan pengendalian penularan sudah rumit karena penyakit ini bermanifestasi sebagai small painless lesion sekitar sebulan setelah terpapar.

Pendekatan on-the-ground telah menghadapi tantangan signifikan dari dunia aplikasi kencan saat ini. Sebelumnya, ketika seseorang memiliki (sifilis tahap utama) dan mereka mengenal orang-orang yang mereka hadapi dalam 90 hari terakhir, mereka bisa menemukan orang-orangnya.

Saat ini sangat sulit untuk menghubungi partner seks karena banyak pasangan tidak saling dikenal. Orang tidak mengenal pasangan seks mereka seintim dulu. Pasangan seks tersebut mungkin kebanyakan hanya mereka kenal melalui foto profil dan uraian pendek di profil. Bergantung pada aplikasi, orang mungkin hanya mengenali pasangan seks mereka dengan nama atau handles (@), meskipun mereka sering memiliki pilihan untuk terhubung dengan akun Facebook mereka. Kadang-kadang juga ditemukan pengguna yang menghapus profil mereka sebelum CDC dapat menemukan mereka untuk memberi tahu bahwa mereka mungkin tertular PMS.

Tinder, sebuah aplikasi kencan yang cukup populer memproses 26 juta kesesuaian (pasangan) setiap hari dan sebanyak 1,5 juta kencan setiap minggu. Tentu saja dengan sekian juta kencan yang terjadi, kemungkinan ada yang mengidap sifilis akan menulari pasangannya.

Sebagian besar kasus (sifilis) adalah di antara pria gay, biseksual dan pria lain yang berhubungan seks dengan pria. Menurut CDC, pada tahun 2015, pria yang berhubungan seks dengan pria menyumbang 14.229 dari 23.872 (59,6%) kasus sifilis primer dan sekunder yang merupakan tahap penyakit yang paling menular.

Sumber: USA Today