Dua Marketplace di Dark Web Ditutup

AlphaBay dan Hansa dua pasar terbesar untuk barang ilegal dan terlarang seperti obat-obatan dan senjata di dark web telah ditutup. Hal ini diungkapkan oleh Departemen Kehakiman AS sehari yang lalu.

Polisi di AS dan Eropa, termasuk Biro Investigasi Federal AS (FBI), Drug Enforcement Agency (DEA) dan Kepolisian Nasional Belanda, bermitra untuk menutup situs yang dituduh mengizinkan ribuan vendor untuk menjual obat-obatan terlarang. Menurut Europol terdapat 250.000 listings di AlphaBay dengan 200.000 anggota dan 40.000 vendor. Situs tersebut dioperasikan pada jaringan TOR yang membantu pengguna menjelajah internet secara anonim. Pengunjung di pasar online tersebut membayar melalui mata uang digital seperti Bitcoin.

AlphaBay dilaporkan secara misterius offline sejak awal bulan Juli sehingga memicu kecurigaan di kalangan pengguna bahwa penegak hukum telah melakukan tindakan hukum terhadap situs tersebut. AlphaBay secara luas dianggap sebagai pasar gelap online terbesar untuk obat-obatan terlarang. AlphaBay diperkirakan menjadi tuan rumah untuk transaksi harian dengan jumlah ratusan ribu poundsterling setelah mengisi celah yang ditinggalkan oleh Silk Road yang ditutup pada tahun 2013 oleh FBI. Andrew McCabe, acting director FBI mengatakan bahwa AlphaBay 10 kali lebih besar dari Silk Road.

Situs ini memungkinkan pengguna untuk menjual dan membeli opioid, termasuk fentanil dan heroin. Jaksa Agung AS Jeff Sessions mengatakan pada sebuah pengarahan di Washington DC mengatakan bahwa mereka mengetahui beberapa orang Amerika yang terbunuh oleh obat-obatan di AlphaBay. Pada bulan Februari yang lalu, seorang korban berumur 18 tahun mengalami overdosis opioid sintetis yang diduga kuat dibeli di AlphaBay.

Server AlphaBay disita dengan bantuan pihak berwenang di Thailand, Lituania, Kanada, Inggris dan Prancis. Operasi tersebut termasuk penangkapan terhadap tersangka pendiri AlphaBay, yaitu Alexandre Cazes pada tangga 5 Juli, seorang warga Kanada yang ditahan atas nama Amerika Serikat di Thailand.

Cazes  yang berusia 25 tahun dikabarkan telah melakukan bunuh diri seminggu yang lalu selagi dalam tahanan  di Thailand. Dia menghadapi tuduhan berkaitan dengan distribusi narkotika, pencurian identitas, pencucian uang dan kejahatan terkait lainnya.

Sessions mengatakan bahwa operasi tersebut kemungkinan salah satu investigasi kriminal terpenting tahun ini untuk menutup pasar gelap terbesar dalam sejarah. Sessions mengatakan bahwa dark web bukanlah tempat untuk bersembunyi karena penegak hukum AS akan menemukan siapapun yang ada di sana.

Polisi Nasional Belanda menguasai Hansa pada tanggal 20 Juni yang lalu, merebut server di Lithuania, Belanda dan Jerman. Tindakan tersebut memungkinkan pengawasan kegiatan kriminal di pasar AlphaBay dan Hansa sebelum ditutup pada bulan Juli ini.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Extreme Tech