Kisah: Apa yang Terjadi Jika Tidak Lagi Menggunakan Media Sosial?

Laporan terbaru menunjukkan bahwa media sosial memberikan efek cemas kepada anak muda. Survei terhadap 10.000 orang tersebut menunjukkan Instagram dan Facebook adalah yang terburuk dalam melakukan intimidasi. Survei tersebut menyarankan hampir 70% orang mengakui bahwa mereka telah melakukan pelanggaran terhadap orang lain secara online dan 17% mengatakan bahwa mereka telah diintimidasi. Satu dari tiga orang mengatakan mereka hidup dalam ketakutan diganggu secara online dan kebanyakan mengira mereka akan tersiksa karena penampilan mereka.

Survei tersebut menunjukkan bahwa interaksi di media sosial cenderung membuat anak muda khawatir dan cemas terhadap diri mereka sendiri. Lalu, bagaimana mengatasi hal ini?

Ada yang menghapus media sosial tersebut atau dengan kata lain tidak lagi menggunakan media sosial. Kisah Abbie dan Sophie berikut ini menunjukkan beberapa hal positif atas tindakan tersebut.

Bully terhadap Abbie dimulai di sekolah, kemudian bergerak online saat salah satu pengganggunya dikeluarkan karena menyerangnya. Ia mengaku mengalami intimidasi cyber dengan buruk karena beberapa gadis sebayanya menyalahkannya karena teman mereka dikeluarkan dari sekolah.

Mereka menggambar foto Abbie dan mengunggahnya dan menulis status kasar atau mengirimkan komentar buruk pada Abbie. Abbie kemudian menghapus Facebook karena ia tidak bisa melepaskan diri dari komentar kasar, gambar dan status. Foto-foto tersebut menyebutkan bahwa ia gemuk dan itu benar-benar membuatnya kecewa.

Abbie merasa lega setelah menghapus akun Facebooknya.

Berbeda dengan Abbie yang aktif di Facebook, Sophie yang berusia 22 tahun aktif di Instagram. Sophie menghapus akun Instagramnya karena menurutnya Instagram membuatnya merasa tidak enak terhadap dirinya sendiri dan bagaimana dia menjalani hidupnya.

Setiap masuk ke Instagram ia merasa cemburu, demikian juga ketika ia melihat postingan orang lain. Ia merasa menjadi terobsesi untuk memastikan foto yang diambil adalah foto yang bagus dan mendapat banyak LIKE ketika diposting di Instagram. Namun ketika ia melakukan perjalanan ke Asia Tenggara ia bisa tidak menikmati beberapa hari terakhir karena  belum menemukan foto yang sempurna untuk diunggah.

Kemudian ia sadar dan memutuskan untuk menghapus akunnya di Instagram. Menurutnya ia tidak terlalu merindukan Instagram sekarang. Sekarang ia merasa bisa lebih menikmati hidup dan ia tidak khawatir untuk mendapatkan foto yang bagus lagi hanya untuk sekadar LIKE.

Sumber: BBC