Survei: Internet di Australia Lambat dan Diganggu Koneksi Terputus

Sebuah survei baru menunjukkan bahwa Australia terganggu oleh koneksi internet yang terputus, drop-out dan kecepatan download yang lambat. Survei kepuasan pelanggan Choice menemukan enam dari 10 orang Australia memiliki masalah dengan layanan internet mereka dalam enam bulan terakhir.

Lebih dari 75% pelanggan jaringan broadband nasional yang disurvei mengatakan bahwa mereka memiliki masalah, sementara lebih dari 80% pengguna ADSL dan ADSL2 mencantumkan isu kecepatan dan masalah koneksi.

Choice’s chief executive, Alan Kirkland mengatakan bahwa hal tersebut diperparah oleh beberapa penyedia layanan internet paling lambat juga mencetak angka buruk ketika berhadapan dengan kategori layanan value for money serta dukungan dan layanan pelanggan.

Telstra, penyedia layanan internet terbesar di Australia, menempati peringkat terakhir dalam value for money. Dukungan pelanggan dan teknis perusahaan juga mencetak angka di bawah rata-rata. Peringkat jelek Telstra pada value for money tidak mengejutkan mengingat penyelidikan Choice tahun lalu yang menemukan konsumen membayar harga premium 92% untuk mengakses jaringan Telstra.

Dodo, sebuah operator lainnya yang menduduki peringkat bawah memiliki kelemahan pada dukungan pelanggan dan kecepatan internet. Meskipun penyedia layanan internet, seperti Dodo mengaku memberikan layanan broadband supercepat, kenyataannya kebanyakan orang Australia mengeluhkan kecepatan internet yang lambat dan masalah koneksi.

Dalam survei tersebut ditemukan bahwa IiNet, Internode, iPrimus dan Optus berada dalam posisi terbaik. Kirkland menambahkan bahwa sangat banyak konsumen menaruh perhatian pada koneksi yang handal (95%) dan cepat (94%) dan nilai uang (94%).

Sumber: The Guardian