Jerman Blokir Situs Far Left Terkait Kerusuhan G20

Jerman telah melarang sebuah portal internet sayap kiri yang dituduh menghasut kekerasan dan mengumpulkan aktivis untuk melakukan kerusuhan selama pertemuan puncak G20 bulan lalu di Hamburg. Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maizière mengatakan setelah dilarang menggunakan situs tersebut akan diklasifikasikan sebagai sebuah kejahatan. Situs yang dilarang tersebut adalah linkunten.indymedia.

Polisi telah menyita komputer dan beberapa senjata dalam penggeledahan terhadap aktivis di wilayah Baden-Wuerttemberg barat daya.

Sebagaimana diketahui, saat berlangsung pertemuan puncak G20, puluhan demonstran antikapitalis bentrok dengan polisi. Dalam sebuah tweet, kementerian dalam negeri Jerman menggambarkan portal tersebut sebagai  platform komunikasi utama di kalangan ekstrimis sayap kiri yang rentan terhadap kekerasan.

Disebutkan bahwa situs tersebut digunakan untuk saling tukar tips terkait metode demonstrasi kekerasan dan menyebarkan konten sayap kiri ekstrim antikonstitusional. Dalam penggeledahan polisi menemukan pisau, pentungan, pipa leding dan slingshot disita.

Instruksi pelarangan tersebut akan memaksa penyedia layanan internet (ISP) memblokir situs web tertentu sehingga pengguna yang mencoba mengaksesnya melihat pesan kesalahan atau peringatan resmi. Namun Tterkadang situs web mengambil tindakan mengelak dengan beralih ke server proxy di luar negeri atau dengan menggunakan alat privasi internet Tor.

Di Hamburg, hampir 200 petugas polisi terluka dalam bentrokan dengan pemrotes bertopeng pada awal Juli. Di bawah slogan “Welcome to hell“, para pemrotes menjarah toko-toko, membakar mobil dan melemparkan batu dan bom bensin ke polisi, yang mencoba membubarkan mereka dengan meriam air dan baton charges.

Sumber: BBC