Pelacakan Google di Toko Offline Dikritisi

Kelompok pendukung privasi tidak puas dengan jaminan Google bahwa mereka melindungi privasi konsumen saat melacak keberhasilan kampanye iklan online untuk meningkatkan penjualan di toko fisik. Kelompok advokasi Electronic Privacy Information Centre telah mengajukan keluhan resmi kepada Komisi Perdagangan Federal AS yang meminta badan tersebut untuk memulai penyelidikan terhadap in-store tracking algorithm Google. Algoritma ini memungkinkan Google memberi tahu pengiklan seberapa baik kampanye pemasaran mereka bekerja di penjualan offline.

Program Store Sales Management yang mulai diuji oleh Google pada bulan Mei, memungkinkan Google untuk memberi tahu pengiklan seberapa banyak orang yang mengklik iklan yang benar-benar membeli sesuatu. Misalnya, Google bisa memberi tahu Home Depot atau Walmart berapa persen orang yang mengklik iklan panggangan pergi ke toko untuk membelinya. Google mendapatkan data kartu kredit dan informasi keuangan lainnya dari pialang data dan menggabungkannya dengan perangkat lunak pelacakan online milik mereka sendiri.

Memberi pemasar wawasan tentang bagaimana iklan online mereka diterjemahkan ke dalam penjualan toko fisik merupakan hal yang sulit dilakukan. Pendukung privasi, seperti EPIC, mengkhawatirkan informasi yang diambil dari database ini dapat mengungkapkan lebih banyak tentang kehidupan pribadi orang daripada yang mereka sadari. Informasi tersebut bisa mencakup kondisi medis, afiliasi agama dan politik, dan informasi pribadi lainnya. EPIC ingin memastikan data tersebut terlindungi dari jangkauan iklan Google.

Google mengatakan semua data yang dikumpulkannya dianonimkan sehingga mereka tidak pernah melihat data transaksi individual. Google juga mengatakan bahwa program tersebut melihat kesesuaian antara transaksi dengan iklan Google dalam cara yang aman bagi privasi. Namun, Google belum mengatakan bagaimana mereka akan melakukan hal tersebut.

EPIC mengatakan bahwa Google tidak bisa mendasarkan hal tersebut kepada kata-katanya sendiri. EPIC ingin Google menjelaskan data apa saja yang terkait dengan pembelian kartu kredit dan debit yang diaksesnya, bagaimana mendapatkan informasi tersebut dan enkripsi yang digunakan untuk memastikan data pengguna tetap anonim.

Sumber: CNet