Rusia Larang Penggunaan VPN

Setelah penghapusan sebanyak 60 aplikasi VPN di App Strore Apple di China, kini Presiden Rusia, Vladimir Putin juga melarang VPN dan Tor dalam tindakan keras terhadap aplikasi yang memungkinkan akses ke situs web yang dilarang di Rusia. Undang-undang yang melarang penggunaan VPN dan Tor tersebut telah ditandatangani oleh Putin, disahkan oleh parlemen Rusia pekan lalu dan akan mulai berlaku pada 1 November 2017. Undang-undang kedua untuk melarang penggunaan layanan perpesanan anonim online akan berlaku pada tanggal 1 Januari tahun depan.

Seorang pakar keamanan internet mengatakan bahwa larangan tersebut akan memudahkan negara Rusia untuk mengintip kebiasaan browsing warga negara. Undang-undang yang ditandatangani oleh Putin dimaksudkan hanya untuk memblokir akses terhadap konten yang tidak sah dan tidak menargetkan pengguna web yang taat hukum. Sementara itu, salah satu fitur dari undang-undang kedua adalah ketentuan yang mewajibkan operator internet membatasi akses pengguna jika pengguna mendistribusikan konten ilegal.

Sebagaimana diketahui, VPN memungkinkan pengguna untuk menutupi identitas mereka secara online dengan menjelajah web dan aktivitas internet lainnya melalui komputer lain. Akibatnya, pengguna bisa menyembunyikan alamat IP mereka dan mengakses materi online yang telah disensor atau diblokir oleh penyedia layanan internet mereka.

Dr Joss Wright di Oxford Internet Institute mengatakan bahwa larangan tersebut merupakan bagian dari tren melawan teknologi perlindungan privasi yang tampaknya mengalami percepatan di seluruh dunia.   Salah satu konsekuensi dari sikap lebih keras terhadap teknologi seperti VPN adalah peningkatan kapasitas pengawasan negara terhadap warga negara.

Sumber: BBC