Facebook Izinkan Pengiklan Targetkan Jew Haters

Penelitian terbaru menunjukkan Facebook telah memungkinkan pengiklan untuk menargetkan pengguna yang tertarik dengan topik “Jew hater” dan “How to burn Jews”. Penelitian tersebut  menambah kritik tentang cara Facebook mengizinkan dan memperoleh keuntungan dari iklan yang tidak etis.

ProPublica, sebuah organisasi berita investigasi, melaporkan pada hari Kamis minggu lalu bahwa sistem pembelian iklan swalayan Facebook memungkinkan orang untuk mengarahkan iklan ke hampir 2.300 pengguna yang tertarik pada beberapa topik antisemitik yang eksplisit, termasuk kategori yang diberi label “History of ‘why Jews ruin the world”.

Para jurnalis menguji keabsahan kategori iklan dengan membayar sebesar 30 dollar AS untuk menargetkan promoted posts ke kelompok-kelompok tertentu. ProPublica mengatakan tiga iklan disetujui dalam waktu 15 menit. Facebook kemudian menghapus kategori ofensif tersebut setelah ProPublica menghubungi Facebook untuk memberikan komentar.

Ketika ditanya tentang temuan ProPublica, Rob Leathern, direktur manajemen produk di Facebook, mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menghapus bidang yang ditargetkan tersebut. Ia menambahkan bahwa Facebook mengetahui ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sehingga Facebook membangun pagar pembatas baru dalam produk dan proses peninjauan untuk mencegah masalah lain seperti ini terjadi di masa depan.

Algoritma Facebook telah menciptakan kategori antisemik dan Facebook mengatakan sedang mempertimbangkan perubahan untuk mencegah masalah tersebut terulang kembali. Setelah muncul publikasi tentang hal tersebut, Facebook mengumumkan bahwa mereka telah menghapus bidang penargetan yang dilaporkan sendiri sampai Facebook memiliki proses yang tepat untuk memastikan bahwa penargetan tidak digunakan untuk tujuan yang diskriminatif.

Temuan memalukan tersebut terjadi pada saat Facebook menghadapi pemeriksaan yang luas atas praktik iklannya. Awal bulan ini, Facebook mengungkapkan bahwa sebuah kelompok yang tampaknya berbasis di Rusia telah menghabiskan 100.000 dollar AS untuk iklan yang mempromosikan pesan politik dalam periode dua tahun. Iklan tersebut telah menyebarkan pandangan yang memecah-belah pada topik seperti hak imigrasi, ras dan hak LGBT dan telah mempromosikan 470 halaman dan akun palsu yang kemudian ditangguhkan oleh Facebook. Facebook mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan penyelidikan federal terkait di AS. Hal tersebut berpotensi memperkuat temuan pejabat intelijen bahwa Rusia terlibat dalam memengaruhi pemilihan presiden AS tahun 2016.

Sumber: The Guardian