Kebijakan Media Sosial Terkait Remaja Diminta Untuk Disederhanakan

Komisaris Anak Inggris Anne Longfield mengatakan bahwa Facebook, Instagram, Snapchat, WhatsApp dan YouTube tidak melakukan usaha yang cukup untuk mengklarifikasi kebijakan mereka yang terkait dengan remaja. Anne Longfield kini tengah berusaha menyederhanakan persyaratan dan ketentuan situs media sosial dengan firma hukum privasi Schillings. Namun Instagram mengatakan versi yang disederhanakan dari kebijakannya mengandung sejumlah ketidakakuratan.

Panduan yang disederhanakan tersebut merupakan tanggapan terhadap laporan Komisaris Growing Up Digital yang menemukan bahwa sebagian besar anak-anak tidak memahami kesepakatan yang mereka setujui saat membuat akun media sosial. Semua situs mengharuskan anak berusia di atas 13 tahun untuk membuat akun.

Menurut Longfield, anak-anak sama sekali tidak tahu bahwa mereka memberikan hak untuk privasi atau kepemilikan data mereka atau materi yang mereka kirim secara online kepada situs media sosial ketika mereka membuat akun di media sosial tersebut. Dia mendesak agar pemerintah Inggris mengadopsi EU’s General Data Protection Regulation yang mewajibkan semua perusahaan yang menawarkan layanan digital yang digunakan oleh anak-anak di Uni Eropa untuk menyederhanakan persyaratan dan ketentuan mereka pada bulan Mei 2018. Longfield mengatakan bahwa media sosial memiliki lebih banyak pekerjaan agar membuat mereka lebih bertanggung jawab dan transparan.

Namun, Instagram mengatakan bahwa terdapat ketidakakuratan dalam versi disederhanakan dari kebijakannya. Dalam sebuah pernyataan tertulis Instagram mengatakan bahwa tuduhan bahwa Instagram membagikan informasi pribadi, detail kontak, atau isi pesan langsung kepada pengiklan tanpa izin kepada mereka merupakan kesalahan. Instagram juga tidak membagikan informasi detail tentang dengan siapa seseorang melakukan perpesanan.

Komisaris Anak Inggris Anne Longfield telah mengkritik ketentuan dan syarat Instagram yang setebal 17 halaman dengan 5.000 kata. Namun Robert Lands dari firma hukum Howard Kennedy mengatakan bahwa memperpendek syarat dan ketentuan seringkali dapat membuat kebingungan dan bukan kejelasan. Menurutnya, ada sejumlah alasan yang menyebabkan syarat dan ketentuannya cukup panjang media sosial menjadi panjang.

Ia menambahkan bahwa panjangnya syarat dan ketentuan media sosial tersebut bukan untuk membingungkan orang, justru sebaliknya karena untuk menjelaskan konsep sulit, terkadang dibutuhkan kata-kata untuk melakukannya. Juru bicara Facebook mengatakan bahwa perusahaan tersebut ingin setiap orang merasa aman dan aman saat menggunakan platform tersebut.

Ia menambahkan bahwa sumber daya Facebook seperti portal orang tua, alat dasar privasi dan pusat keselamatan mudah dipahami dan digunakan setiap hari oleh remaja dan orang tua yang mencari panduan yang jelas dan sederhana. Smentara, Snapchat mengatakan syarat dan ketentuan dan kebijakan privasinya jelas dan bebas dari hukum yang tidak perlu.

Sumber: BBC