Kemendikbud: Literasi Digital Sangat Mendesak di Sekolah

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr Sukiman, MPd, menyampaikan literasi digital sangat mendesak dilakukan di sekolah-sekolah.

Usaha untuk melibatkan anak-anak dalam mengisi dunia maya dengan konten-konten positif, contohnya dengan mendorong anak mengkampanyekan isu-isu yang dialami atau amati lewat internet, bisa menjadi salah satu bahasan yang layak disampaikan kepada anak-anak.

“Rekomendasi anak juga layak kita dengar karena mereka ini lahir di era digital dan punya banyak ide bagaimana pemerintah dan para pendidik bisa lebih melindungi mereka dari dampak negatif di internet,” kata Sukiman dalam siaran pers pada hari Minggu (24/9/2017).

Menyadari kondisi anak yang rentan terhadap isu-isu online, maka SEJIWA, ICT Watch dan Ecpat Indonesia, sebagai anggota dari Indonesia Child Online Protection (ID-COP) melakukan kolaborasi untuk hadir di sekolah-sekolah di beberapa kota, untuk mengadakan program pengembangan kapasitas literasi digital Smart Schools  Online (SSO) bagi para guru atau orangtua serta siswa didik, agar mereka mampu mendampingi dan melindungi anak anak di era digital.

Program ini merupakan “Pilot Project” yang akan dimulai di awal tahun 2018, di mana Google telah turut memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program ini.

Slogan dari program SSO ini adalah “Aku Netizen Unggul”, di mana anak anak yang menjadi target utama kami diharapkan menjadi pengguna internet yang mampu menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu program dari “Siberkreasi”, yaitu gerakan nasional literasi digital, yang merupakan program multi-stakeholders untuk mempromosikan kondisi ideal masyarakat digital Indonesia dalam penggunaan internet dengan bijak.

Hal ini dilakukan, karena masih ada kesenjangan digital antara anak atau remaja di kota dengan mereka di pedesaan, kita perlu melakukan usaha keras untuk perlindungan anak di dunia internet, mengingat banyaknya konten negatif yang ada disana, yang memungkinkan anak anak kita terpapar isu-isu anak atau remaja, seperti Cyberbullying, Adiksi Pornografi, Adiksi Online Games, Cybercrime, serta isu-isu lain yang terus menerus berkembang sebagai dampak dari berkembangnya dunia digital ini.

Sumber: Netral News