Kepolisian Manchester Masih Menggunakan Windows XP

Kepolisian terbesar kedua di Inggris, yaitu kepolisian Manchester telah mengungkapkan bahwa lebih dari satu dari lima komputernya masih menjalankan Windows XP pada bulan Juli yang lalu. Polisi Greater Manchester mengatakan bahwa 1.518 PC-nya menjalankan sistem operasi yang sudah mengalami penuaan, mewakili 20,3% dari semua komputer kantor yang digunakannya. Perlu diketahui bahwa Microsoft berhenti mendukung sistem operasi Windows XP pada tahun 2014. Para ahli mengatakan penggunaan Windows XP bisa menimbulkan risiko hacking.

Angka tersebut diungkapkan sebagai bagian dari permintaan Freedom of Information yang lebih luas. Dr Steven Murdoch, pakar keamanan cyber di University College London mengatakan bahwa jika kerentanan keamanan teridentifikasi di XP, Microsoft tidak akan mendistribusikan tambalan dengan cara yang sama seperti peluncuran Windows berikutnya.

Pada bulan Mei, malware ransomware yang dikenal sebagai Wannacry menyebabkan kerusakan pada sistem komputer National Health Service. File komputer yang terinfeksi diacak sehingga tidak dapat diakses, sementara staf diminta mematikan PC lain untuk menghentikan penyebaran infeksi. Akibat serangan ini operasi dan janji pengobatan lainnya harus dibatalkan sebagai konsekuensi.

Greater Manchester Police mengatakan bahwa pihaknya secara terus-menerus mengurangi ketergantungannya pada Windows XP. Mereka mengatakan bahwa komputer dengan sistem operasi Windows XP yang tersisa masih ada karena persyaratan teknis yang rumit dari sejumlah kecil aplikasi khusus yang disediakan secara eksternal.

Mengingat Microsoft sudah menghentikan dukungan terhadap Windows XP hampir tiga tahun yang lalu, penggunaa komputer dengan sistem operasi XP ini memang dianggap rentan serangan. Namun demikian masih banyaknya pengguna yang menggunakan Windows XP menunjukkan bahwa sistem operasi ini sangat disukai pengguna dan sepertinya pengguna malas melakukan upgrade ke sistem operasi yang lebih baru. Tentunya sebuah hal yang perlu dipikirkan Microsoft mengingat Windows XP sangat rentan terhadap serangan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Lifehacker