PBB Ingatkan tentang Tumbuhnya Jurang Digital

Dalam sebuah laporan terbaru, PBB memperingatkan bahwa kesenjangan digital yang memisahkan negara maju dan berkembang terancam menjadi jurang. Kesenjangan ini telah tumbuh berkat percepatan kecepatan koneksi internet di negara maju, sementara di waktu yang sama di tempat lain percepatan koneksi internet tersebut tidak terjadi. Saat ini sebesar 52% populasi dunia masih tidak memiliki akses ke internet.

Global Broadband Progress dalam laporannya menyebutkan bahwa rata-rata kecepatan akses internet global sekarang sekitar 7,2 megabit per detik (mbps). Laporan tersebut melihat bagaimana broadband, telepon seluler dan teknologi komunikasi lainnya digunakan di seluruh dunia.

Namun,  kemajuan kecepatan akses internet tersebut menyembunyikan perbedaan yang signifikan antarnegara. Secara umum, dikatakan, kecepatan koneksi internet di negara-negara maju meningkat lebih cepat daripada di tempat lain. Misalnya, kecepatan akses rata-rata di Korea Selatan saat ini sekitar 28,6mbps dan kecepatan puncak lebih dari 184mbps terlihat di Singapura.

Namun berlawanan dengan kondisi di negara maju, kecepatan internet di banyak negara berkembang, misalnya di Nigeria yang kecepatannya hanya 1,5 Mbps, belum pernah membaik secara signifikan sejak laporan broadband terakhir PBB dirilis tahun lalu.

Jurang bisa muncul karena makin dalamnya ketidaksetaraan dalam konektivitas global antara negara pemula, pengadopsi dan negara-negara maju. Perbedaan antara negara-negara dengan infrastruktur hi-tech yang matang dan negara-negara berkembang juga mendalam karena penggunaan teknologi yang lebih luas dapat membantu tujuan sosial lainnya.

Menurut PBB, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih besar dapat mempercepat kemajuan sebuah negara menuju, misalnya, pertanian yang lebih berkelanjutan atau kesehatan yang lebih baik bagi warga negara. Alat digital dapat meningkatkan akses terhadap kesehatan, memberdayakan pasien, dan memberikan informasi kesehatan dan pendidikan yang lebih baik untuk semua orang. Sementara teknologi berperan dalam membantu kemajuan banyak negara, PBB juga mencatat bahwa mayoritas penduduk dunia, 52%, masih tidak memiliki akses internet sama sekali.

PBB menambahkan bahwa kesenjangan konektivitas yang besar terus berlanjut, terutama karena kurangnya infrastruktur, keterjangkauan, kurangnya keterampilan atau kurangnya konten lokal yang relevan.

Sumber: BBC