Serangan Siber Rugikan TNT Tak Kurang dari 300 Juta Dollar AS

Perusahaan pengiriman FedEx mengatakan serangan cyber baru-baru ini terhadap anak usahanya, yaitu TNT menimbulkan kerugian tidak kurang dari 300 juta dollar AS. TNT merupakan salah satu dari beberapa perusahaan yang sistem komputernya sangat terganggu oleh wabah ransomware NotPetya pada bulan Juni yang lalu.

Para eksekutif perusahaan juga mengakui bahwa TNT belum sepenuhnya memulihkan semua operasi TI-nya dan diharapkan melakukannya pada akhir bulan ini. Mereka mengatakan pengiriman dan penjualan terus menderita akibat serangan tersebut. Perusahaan internasional lainnya juga mengalami kerugian finansial yang cukup banyak akibat malware tersebut.

Perusahaan pelayaran Maersk mengumumkan pada bulan Agustus bahwa pihaknya telah menghitung kerugian yang diderita akibat serangan malware tersebut yang besarnya hingga 300 juta dollar AS. Perusahaan barang konsumsi Reckitt Benckiser memperingatkan serangan tersebut kemungkinan akan memakan biaya 110 juta poundsterling.

Pimpinan informasi FedEx Rob Carter mengkonfirmasi bahwa perusahaannya yakin telah terkena serangan tersebut melalui pembaruan perangkat lunak pajak yang terinfeksi yang digunakan oleh kantornya di Ukraina. Ia menambahkan bahwa ia yakin tidak ada data pelanggan yang terpapar akibat serangan dan malware tersebut tidak menyebar ke sistem FedEx yang lebih luas. Namun dia mengatakan TNT telah kehilangan bisnis sebagai upaya untuk melakukan pemulihan.

Sumber: BBC