Telkomsel sebarkan virus #internetBAIK di Serang

Telkomsel menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar rangkaian seminar dan workshop program corporate social responsibility #internetBAIK di kota Serang pada tanggal 25-26 September 2017.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari roadshow program #internetBAIK Telkomsel yang rencananya akan dilaksanakan di 15 kota, dan kota Serang merupakan kota kedua yang menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan di wilayah operasional Jabotabek Jabar.

Program CSR Telkomsel yang khusus diarahkan pada seruan penggunaan Internet secara BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif) ini akan menyasar setidaknya 650 orang penerima manfaat yang meliputi guru, orang tua murid dan anak-anak di setiap kota yang dipilih dalam bentuk seminar, workshop “Cara Keren Edukasi Siswa dan Anak”, Jurnalisme Warganet dan Pembuatan Video Singkat untuk mendorong banyak komunitas memproduksi konten positif  dan inspiratif.

Sejak bergulirnya program #internetBAIK ini tahun lalu, respon yang di dapat dari program ini pun sangat baik, dan mulai mendapat dukungan positif dari jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, karena sejalan dengan visi dan misi Pemda dalam membangun karakter masyarakat yang kuat dan bertanggung jawab. Hal ini lah yang kembali meyakinkan Telkomsel untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia perihal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat memberikan nilai tambah.

Dalam pelaksanaan roadshow seminar dan workshop #internetBAIK di kota Serang ini, Pemkot Serang melalui jajaran Dinas Pendidikan ikut membantu untuk mendorong pendidik seperti Guru, orang tua murid serta komunitas penggiat social media untuk bersama menciptakan ekosistem digital yang bermanfaat dan menjaga generasi muda dalam memanfaatkan internet dengan baik sebagai sarana penyaluran kreatifitas yang positif dan bisa berkontribusi kepada kota Serang.

#internetBAIK sebagai sebuah kampanye cyberwellness meliputi rangkaian aktivitas sosialisasi dan workshop yang ditujukan bagi segmen anak-anak (murid Sekolah Dasar kelas 4-6) dan remaja (murid Sekolah Menengah Pertama) sebagai entry level pengguna Internet, serta para orangtua dan guru yang berperan sebagai pengawas dan pendamping, sehingga pemahaman mengenai pemanfaatan Internet secara BAIK diharapkan dapat terwujud secara komprehensif.

Di tahun kedua penyelenggarannya, Telkomsel kembali melibatkan Yayasan Kita dan Buah Hati yang sejak 1998 telah fokus dalam kegiatan konsultasi, pendampingan, pelatihan dan advokasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak; ICT Watch sebagai organisasi penggagas awal gerakan digital literasi “Internet Sehat” sejak 2002; dan Kakatu, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk memproteksi dunia digital anak agar terhindar dari kecanduan gawai, permainan online dan konten negatif lain yang ada di dalamnya.

Sumber: Indotelko