Hack Equifax Pengaruhi 694.000 Pelanggan di Inggris

Badan referensi kredit yang beberapa waktu yang lalu terkena serangan hacking, Equifax mengakui bahwa data 694.000 pelanggan di Inggris dicuri antara bulan Mei dan Juli tahun ini. Perkiraan awal dari jumlah korban serangan tersebut di Inggris yang dibuat bulan lalu, lebih sedikit, yaitu hampir 400.000 pelanggan.

Equifax mengatakan bahwa mereka akan menghubungi pelanggan Inggris yang terkena dampaknya dengan surat untuk menawarkan bantuan mereka. Equifax mengakui bahwa mereka mungkin berisiko terhadap aktivitas kriminal yang mungkin terjadi akibat dari serangan hacking tersebut.

Patricio Remon, chief executive Equifax untuk Eropa mengatakan bahwa ia menyampaikan permintaan maaf yang paling tulus kepada siapa saja yang telah peduli atau yang dipengaruhi oleh tindakan kriminal tersebut. Untuk diketahui, lebih dari 14 juta akun Inggris dicuri, namun hanya berisi nama dan tanggal lahir.

Pelanggaran data yang tersebut merupakan bagian dari serangan terhadap data pelanggan di seluruh dunia di mana informasi pribadi dari 146 juta orang di AS yang dicuri, bersama dengan 8.000 orang Kanada. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa penyelidikan independen terhadap serangan tersebut telah selesai sehingga dapat membantu pelanggan Inggris dengan menawarkan saran dan cara gratis untuk melindungi diri dari pencurian identitas.

Terdapat empat kelompok pelanggan Inggris yang terkena dampak, yaitu sebagai berikut:
1. sebanyak 637.000 pelanggan nomor teleponnya dicuri.

2. sebanyak 29.000 pelanggan SIM-nya dicuri.

3. sebanyak 15.000 pelanggan yang memiliki beberapa rincian keanggotaan Equifax mereka, seperti nama pengguna dan kata sandi, dicuri

4. sebanyak 12.000 alamat email yang dicuri.

Skandal tersebut menyebabkan pengunduran diri chief executive Equifax, Richard Smith.

Sumber: BBC