Jam Tangan Pintar untuk Anak-anak Mudah Diretas

The Norwegian Consumer Council (NCC) memperingatkan bahwa beberapa smartwatch yang dirancang untuk anak-anak memiliki kelemahan keamanan yang membuat mereka rentan terhadap peretas. The Norwegian Consumer Council (NCC) menguji jam tangan dari berbagai merek termasuk Gator dan GPS for Kids. Mereka menemukan bahwa penyerang bisa melacak, menguping atau bahkan berkomunikasi dengan pemakainya.

Namun, produsen yang memproduksi jam tangan pintar tersebut bersikeras bahwa masalah tersebut telah teratasi atau sedang ditangani. Peritel Inggris John Lewis telah menarik salah satu model smartwatch yang disebut oleh NCC dari penjualan sebagai tanggapan dari publikasi tersebut.

Smartwatch yang diuji pada dasarnya memiliki fungsi smartphone dasar yang memungkinkan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka dan juga melacak lokasi mereka. Beberapa diantaranya memiliki fitur SOS yang memungkinkan anak untuk langsung menghubungi orang tua mereka. Harga smart watch tersebut 100 pound.

NCC mengatakan bahwa mereka khawatir jam tangan Gator dan GPS for Kids mentransmisikan dan menyimpan data tanpa enkripsi. Oleh karena tidak dienkripsi berarti orang asing, dengan menggunakan teknik hacking sederhana bisa melacak anak-anak saat mereka bergerak atau membuat anak tampak berada di lokasi yang sama sekali berbeda.

Juru bicara NCC Alex Neill mengatakan bahwa keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas mutlak. Jika itu tidak dapat dijamin, maka produk tidak boleh dijual. John Lewis peritel di Inggris memiliki persediaan jam tangan Gator, meskipun tidak jelas apakah jam tangan tersebut mengalami kerentanan keamanan yang sama saat jam tangan diuji.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya menarik produk dari penjualan sebagai tindakan pencegahan  sambil menunggu saran dan jaminan lebih lanjut dari pemasok. GPS for Kids mengatakan telah menyelesaikan kerentanan keamanan untuk jam tangan baru dan pelanggan yang ada ditawarkan upgrade. Distributor jam tangan Gator di Inggris mengatakan telah memindahkan datanya ke server baru yang terenkripsi dan sedang mengembangkan aplikasi baru yang lebih aman bagi pengguna.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Ubergizmo