Perusahaan Teknologi Setuju Hapus Postingan Ektremis dalam Hitungan Jam

Raksasa teknologi Microsoft, Facebook, Twitter dan Google telah sepakat untuk berbuat lebih banyak untuk menghapus konten ekstremis dalam beberapa jam setelah diposkan. Kesepakatan tersebut diputuskan pada pertemuan dua hari antara negara-negara G7 dan perusahaan teknologi di pulau Ischia, Italia. Tujuan pertemuan tersebut  adalah untuk menghapus konten jihad dari internet dalam waktu dua jam.

Dalam sebuah tweet, Twitter mengatakan bahwa pembicaraan tersebut penting dan produktif. Namun, Twitter dan juga Google menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Menteri dalam negeri Italia Marco Minniti mengatakan bahwa pertemuan tersebut langkah pertama yang penting. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut, G7 mengatakan bahwa mereka menggarisbawahi tantangan terhadap industri dan mendesaknya untuk mengembangkan solusi untuk mengidentifikasi dan menghapus konten teroris dalam waktu satu hingga dua jam setelah diupload sejauh hal tersebut layak secara teknis tanpa mengorbankan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Pertemuan tersebut juga mendesak perusahaan teknologi untuk mengembangkan alat deteksi yang lebih baik dan untuk memastikan semua materi yang dihapus dilaporkan ke pihak berwenang.

Pada bulan September yang lalu, perdana menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa perusahaan teknologi harus lebih jauh dan lebih cepat dalam menyingkirkan konten ekstremis. Dia kemudian mengatakan bahwa dia ingin konten semacam itu dihapus dalam waktu dua jam. Kepala MI5 Andrew Parker mengatakan bahwa membiarkan ekstrimis berada di ruang aman online membuat ancaman lebih sulit dideteksi.

Pertemuan tersebut adalah pertama kalinya perwakilan Google, Microsoft, Facebook dan Twitter ikut ambil bagian dalam perundingan G7. G7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat.

Sumber: BBC