Roger Stone Tak Bisa Lagi Menggunakan Twitter Selamanya

Roger Stone, seorang pendukung profil tinggi Donald Trump telah diskors dari Twitter setelah menggunakan jaringan tersebut untuk menyerang wartawan. Stone yang menjadi penasihat Trump selama kampanye pemilihan presiden AS mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh Twitter bahwa ia telah melanggar peraturan Twitter.

Penangguhannya dari layanan Twitter dilakukan beberapa jam setelah dia menggunakan bahasa kasar dan homophobia untuk menyerang jurnalis, termasuk presenter gay CNN, Don Lemon. Stone telah mengatakan bahwa dia akan menuntut Twitter karena telah memblokir akunnya. Twitter belum berkomentar atau dikonfirmasi jika penangguhan Stone bersifat permanen.

Stone merupakan ajudan Presiden Richard Nixon di tahun 1970-an dan menjadi konsultan politik. Di saat Stone bertindak sebagai penasihat pada masa-masa awal kampanye Trump, ia kemudian meninggalkan perannya tersebut karena sengketa pada bulan Agustus 2015. Saat itu Stone mengatakan bahwa dia akan berhenti, sementara Trump mengatakan bahwa dia dipecat.

Serangannya terhadap jurnalis CNN terjadi beberapa jam setelah CNN melaporkan bahwa tuduhan pertama diajukan oleh seorang grand jury dalam penyelidikan pengaruh Rusia pada pemilihan presiden AS tahun 2016. Dalam sebuah wawancara dengan situs hiburan The Wrap, Stone mengatakan bahwa ia telah menyewa salah satu pengacara telekomunikasi terbaik di negara ini dan akan menuntut Twitter, namun tidak jelas apakah ada alasan hukum untuk melakukan hal tersebut.

Sumber: BBC