Twitter Perketat Aturan Terkait Pelecehan

Twitter memperkenalkan peraturan baru seputar simbol kebencian, pendekatan seksual dan kelompok kekerasan, dalam upaya untuk melawan persepsi bahwa jejaring sosial tersebut tidak berbuat cukup untuk melindungi mereka yang merasa terpaksa diam di layanan Twitter.

Twitter berharap pendekatan dan perubahan yang akan datang, serta kolaborasi dengan Trust and Safety Council menunjukkan betapa seriusnya Twitter  memikirkan kembali peraturan  dan seberapa cepat Twitter memperbarui kebijakan dan bagaimana menerapkannya. Twitter telah meluncurkan Trust and Safety Council pada bulan Februari 2016 dengan keanggotaan lebih dari 40 organisasi termasuk US Anti-Defamation League, Samaritans and the Internet Watch Foundation untuk membantu Twitter lebih efisien dan cepat mengetahui pendapat dari para ahli.

Perubahan tersebut terjadi beberapa hari setelah chief executive Twitter, Jack Dorsey, mengakui kegagalan perusahaan tersebut dalam serangkaian tweets singkat yang diposkan pada hari protes #womenboycotttwitter. Protes tersebut dipicu oleh penguncian akun yang dilakukan Twitter terhadap akun aktris Rose McGowan, setelah dia mengirim serangkaian tweet yang menyerang produser Hollywood Harvey Weinstein.

Sebagai bagian dari perubahan, peraturan Twitter tentang non-consensual nudity  (kadang-kadang disebut balas dendam porno) dan pendekatan seksual yang tidak diinginkan telah diperkuat. Pengguna yang memposting poster asli  balas dendam porno atau mereka yang mencantumkannya secara eksplisit untuk melecehkan seseorang  akan menerima larangan permanen seketika.

Twitter juga akan mulai mengambil tindakan terhadap tweet yang mengagungkan atau membenarkan kekerasan serta ancaman sederhana. Twitter menyadari bahwa pendekatan kebijakan dan penegakan hukum yang lebih agresif akan mengakibatkan penghapusan lebih banyak konten dari layanan Twitter, namun  Twitter merasa nyaman membuat keputusan tersebut.

Adanya perubahan dan aturan yang lebih ketat ini merupakan sesuatu yang patut disyukuri mengingat Twitter merupakan layanan di mana sangat banyak terjadi pelecehan, pendekan seksual yang tidak diinginkan, hate speech, ancaman dan lainnya. Namun perlu digarisbawahi adalah bahwa aturan yang ketat tidak ada artinya jika Twitter tidak mau menegakkan aturan yang mereka buat sendiri. Kecenderungan yang terjadi selama ini adalah adanya pembiaran yang dilakukan oleh Twitter, laporan yang yang tidak ditanggapi dan kecenderungan Twitter membiarkan masalah menumpuk, baru kemudian melakukan perbaikan.

Sumber: The Guardian