WeChat Minta Maaf atas Kesalahan Penerjemahan Kata

Aplikasi perpesanan China WeChat dilaporkan telah meminta maaf setelah terjadi kesalahan dari alat kecerdasan buatan atau AI mereka sehingga menterjemahkan frase bahasa China yang netral menjadai n-word.

Kesalahan yang dilakukan WeChat tersebut dilaporkan oleh produser teater dan aktor Ann James, seorang warga Amerika kulit hitam. Dalam sebuah posting di fitur Moments Twitter ia menulis bahwa WeChat telah menerjemahkan hei laowai, sebuah frase netral yang secara harfiah berarti orang asing kulit hitam sebagai n-word.

Juru bicara WeChat mengatakan bahwa mereka sangat menyesal atas terjemahan yang tidak pantas tersebut. Setelah menerima umpan balik dari pengguna, WeChat segera memperbaiki masalah tersebut. WeChat menambahkan bahwa mesin terjemahan yang digunakannya adalah layanan berbasis neural network yang selalu diperbaiki untuk hasil yang lebih akurat, dipercaya, ekspresif, dan elegan.

Dalam contoh yang diberikan James, kalimat yang menyinggung tersebut berbunyi the nigger’s still late. Serangkaian tes serupa dari sebuah situs berita lokal, That’s Shanghai, mengungkapkan bahwa sistem ini mampu memberikan terjemahan yang lebih akurat untuk kalimat positif.

Kepada Guardian, James mengatakan bahwa ketika ia menjalankan penerjemahan, n-word muncul dan ia terkesima. Dia mengatakan bahwa dia tidak terkejut dengan kesalahan tersebut. Menurtunya, jika Anda orang kulit hitam di China, Anda bisa menghadapi beberapa kegilaan. Menurutnya ada banyak keingintahuan dan banyak ketidaktahuan tentang orang kulit hitam di China.

James mengatakan bahwa dia senang dengan tanggapan WeChat. WeChat mengubah algoritma dan sekarang tak seorang pun di 900 juta pengguna sehari-hari yang harus menerjemahkan n-word tersebut.

Terjemahan mesin yang membuat timbulnya pertanyaan bukan hanya masalah di China. Produk terjemahan Google sendiri, yang banyak dilihat sebagai yang terbaik di pasaran, dapat menawarkan hasil terjemahan yang bermasalah. Pengguna yang mencoba menerjemahkan kalimat bahasa Arab yang netral gender untuk they are a doctor dan they are a nurse misalnya, justru akan menganggap layanan tersebut membuat asumsi seksis dan menerjemahkan dua kalimat tersebut sebagai maskulin dan feminin.

Sumber: The Guardian