China Denda Situs e-Commerce yang Tidak Jujur

China telah menciptakan undang-undang baru untuk mengenakan denda berat terhadap situs belanja internet yang menerbitkan iklan palsu tentang produk mereka. Vendor yang menghapus ulasan online negatif atau memposting ulasan positif palsu menghadapi denda minimal 30.000 dollar AS.

Undang-undang baru ini bertujuan untuk membersihkan situs belanja internet China tepat sebelum Singles Day atau Hari Jomlo, hari belanja online tersibuk di negara tersebut sepanjang tahun. Data menunjukkan bahwa Singles Day tahun lalu menghasilkan penjualan senilai hampir 18 miliar dollar AS dalam waktu 24 jam. Konsumen China melakukan 657 juta pesanan selama Singles Day tersebut.

Kebanyakan vendor atau penjual yang melakukan penjualan di Hari Jomlo menjual barangnya melalui platform online Alibaba yang telah banyak dikritik karena gagal mempolisikan klaim dari beberapa penjual tentang produk mereka.

Pihak berwenang juga mencoba menghentikan penggunaan teknik yang dikenal dengan brushing, yaitu teknik di mana vendor memprakarsai penjualan fiktif untuk meningkatkan posisi mereka dalam hasil pencarian di situs web. Pada bulan Agustus yang lalu China meluncurkan pengadilan cyber untuk membantu mengatasi kenaikan jumlah klaim terkait internet, termasuk sengketa belanja online.

Hari Jomlo diadakan setiap tahun pada tanggal 11 November. Hari ini juga disebut sebagai Double Eleven karena tanggal dan bulannya sama, yaitu 11.

Sumber: BBC