Hacker Rusia Targetkan Media dan Perusahaan Telekomunikasi Inggris

Pimpinan National Cyber ​​Security Center Inggris (NCSC) telah mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa hacker Rusia menyerang media, perusahaan telekomunikasi dan energi Inggris selama setahun terakhir. Ciaran Martin, kepala eksekutif pendiri NCSC, menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa campur tangan Rusia yang dilihat oleh National Cyber ​​Security Center selama setahun terakhir mencakup serangan terhadap media Inggris, sektor telekomunikasi dan energi.

Menurutnya, NCSC yang merupakan bagian dari GCHQ yang bertugas mengawasi keamanan cybersecurity Inggris, secara aktif terlibat dengan mitra internasional, industri dan masyarakat sipil untuk melawan ancaman tersebut, katanya. Rusia berusaha merusak sistem internasional, hal tersebut sudah jelas.

Theresa May menuduh Rusia mencampuri pemilihan dan membenamkan berita palsu di media dalam upaya menabur perselisihan di Barat. Menurut May, ia memiliki pesan yang sangat sederhana untuk Rusia, yaitu Inggris tahu apa yang dilakukan Rusia dan Rusia tidak akan berhasil karena meremehkan ketahanan demokrasi Inggris.

Penyelidikan oleh Guardian mengungkapkan bahwa lebih dari 400 akun dari daftar sebanyak 2.700  akun semuanya disebut oleh Twitter dijalankan oleh agen troll Rusia terkenaldan melakukan tweet tentang Brexit menjelang dan sesudah referendum. Satu akun berhasil masuk liputan utama yang substansial, menggerakkan kemarahan setelah serangan teroris ke Westminster pada bulan Maret tahun ini.

Pada bulan Juli, sebuah memo NCSC yang bocor menunjukkan bahwa sektor energi Inggris telah ditargetkan dan mungkin dikompromikan oleh aktor yang disponsori negara, namun menolak menyebutkan nama negara yang dicurigai. Badan tersebut memperingatkan bahwa pihaknya telah melihat koneksi dari beberapa alamat IP Inggris ke infrastruktur yang terkait ancaman lebih lanjut yang disponsori negara maju yang diketahui menargetkan sektor energi dan manufaktur.

NCSC percaya bahwa karena penggunaan penargetan yang meluas oleh penyerang, sejumlah organisasi rekayasa sistem dan layanan kontrol industri kemungkinan telah disusupi. Sebulan sebelumnya, pada bulan Juni, sebuah serangan cyber di parlemen Inggris memengaruhi puluhan akun email milik anggota parlemen.

Sumber: The Guardian