Kemenkominfo Mengajak 100 Mahasiswa se-Banjarmasin Bijak Bermedia Sosial

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kekominfo) mengajak generasi muda di Banjarmasin menggunakan media sosial secara bijak lewat workshop Literasi Cerdas Bermedia Sosial. Mereka terdiri atas 100 orang perwakilan mahasiswa dari kampus UIN Antasari, STIA Bina Banua, Universitas Lambung Mangkurat, STMIK Indonesia-Banjarmasin, dan Stienas Banjarmasin.

“Sumber terjadinya konflik itu diakibatkan adanya berita tidak benar, adu domba dan fitnah. Anda sebagai generasi mudah harus bisa bijaksana mengunakan internet,” ucap Aminudin Yakub, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat memberikan materi sosialisasi Mudamudigital Kemenkominfo di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Selasa (7/11/2017).

 Menurut dia, dunia internet sudah kebutuhan dan keniscayaan di masa milenial. MUI, kata Yakub, tidak bisa mengharamkan penggunaan media sosial dan internet walau banyak bermunculan kabar hoax dan ujaran kebencian. Tapi, MUI sudah merilis fatwa pedoman bermuamalah di media sosial.

“Anda harus cerdas memakai media sosial. Internet itu bisa digunakan untuk tujuan positif dan negatif. Kita enggak bisa melarang alatnya, tapi melarang perbuatannya yang negatif,” kata Aminudin Yakub.

Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Siswoko, mengatakan Kementerian telah menutup situs sebanyak 773 ribu karena mengandung konten pornografi, ujaran kebencian, hoax, dan penipuan. Angka itu terhitung sejak UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diteken sampai akhir 2016.

“Situs dan medsos yang ditutup ada kecenderungan setiap tahun naik. Karena tambah mudahnya orang mengakses media sosial dan internet, ada yang emosi sedikit, lalu diluapkan lewat media sosial,” ujar Siswoko.

Itu sebabnya, Siswoko mengajak remaja dan mahasiswa di Kota Banjarmasin tidak menyebarkan konten negatif di unggahan media sosial. Ia meminta generasi muda mesti menjadi agen juru damai sekaligus memanfaatkan media sosial untuk tujuan positif dan produktif. “Kami memilih Banjarmasin karena pengguna medsosnya cukup banyak, mewakili di Kalimantan,” ujar Siswoko.

Selain kedua pembicara itu, Kemenkominfo menghadirkan narasumber ICT Watch Indriyatno Banyumurti dan Kanit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, AKBP Purnomo.

Indriyatno Banyumurti menyampaikan materi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi demi kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa. Adapun AKBP Purnomo membincang kejahatan siber dan dampak hukumnya, seperti hoax, konten pornografi, judi online, hate speech, dan isu hoax registrasi kartu prabayar.

Mudamudigital sebagai wadah para generasi muda untuk sharing dan berbagi ilmu dengan para pakar digital Indonesia. Peserta dapat curhat kepada para pakar tentang apa saja yang mereka hadapi di dunia digital pada ‘zaman now’.

Mudamudigital bertujuan membentuk generasi muda Indonesia agar mempunyai kecerdesaan literasi digital yang tinggi sehingga tidak dapat disesatkan oleh berita hoax yang dapat melunturkan persatuan.

Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2016, generasi muda menempati posisi teratas pengguna internet. Pada kategori usia 20-24 tahun, ada 22,3 juta jiwa pengguna atau setara 82 persen dari total penduduk di kelompok itu. Sedangkan usia 25-29 tahun, terdapat 24 juta pengguna atau setara 80 persen dari total jumlah jiwa kelompok umur tersebut.

“Bisa dibayangkan apabila generasi penerus bangsa ini tidak cerdas literasi digital. Mudamudigital ingin mengajak generasi muda sebagai penerus bangsa yang cerdas. Tidak hanya dapat manangkal konten negatif, tapi dapat meciptakan konten-konten kreatif di dunia digital dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa,” ujar Siswoko

Sumber: Kabar Kalimantan