Menkominfo Minta WhatsApp Hapus Konten GIF Porno

Aplikasi perpesanan WhatsApp dilaporkan memiliki konten GIF porno yang bisa ditemukan dengan cara melakukan pencarian dengan kata kunci seperti “sex“. Hal ini telah dilaporkan masyarakat kepada Kominfo semalam.

Oleh karena adanya konten GIF porno tersebut sedari semalam beredar ajakan untuk memberikan rating jelek berupa bintang satu di bagian review aplikasi WhatsApp dan menyertakan pesan “Please remove gif picture search that’s not appropriate for children”.¬†

Perlu diketahui bahwa fitur GIF tersebut bukanlah buatan WhatsApp sendiri, tetapi dipasok oleh pihak ketiga seperti Giphy dan Tenor. Sebagaimana diketahui, Giphy sempat diblokir oleh Kominfo bebrapa waktu yang lalu, kemudian blokir tersebut dibuka kembali setelah dinyatakan bersih. Namun dengan ditemukannya. Hal yang lebih penting lagi, fitur GIF porno tersebut sebenarnya tidak hanya ada di aplikasi WhatsApp, tetapi juga ditemukan di aplikasi lain seperti Telegram.

Atas laporan masyarakat tersebut, Kominfo mengatakan telah menyelidiki aduan tersebut. Kominfo juga telah melakukan komunikasi denga WhatsApp dan juga Facebook sebagai induk dari WhatsApp. Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa saat ini laporan masyarakat tersebut tengah diurus atau diproses, baik ke Facebook selaku induk perusahaan maupun langsung ke WhatsApp.

Dengan adanya laporan konten porno di WhatsApp dari masyarakat, Rudiantara mengatakan pihak Facebook maupun WhatsApp diharapkan dapat bertindak cepat untuk menapis konten di layanan pesan instan dengan pengguna 1,2 miliar di seluruh dunia tersebut. Kominfo berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan dan berharap kerja sama dari Facebook/WhatsApp untuk dapat melakukan filtering secepatnya.

Hal yang perlu dikritisi lagi adalah bahwa layanan perpesanan WhatsApp memiliki rating 3+ meskipun di aturan syarat layanan dinyatakan secara jelas bahwa penggunanya minimal berusia 13 tahun. Adanya GIF porno ini perlu perhatian serius dari pihak WhatsApp karena bisa saja anak-anak yang menggunakan WhatsApp meskipun usia mereka belum memenuhi aturan melakukan pencarian fitur GIF. Meskipun ditemukan dengan cara melakukan pencarian, WhatsApp diharapkan bisa menyaring konten GIF yang tidak sesuai dan menjurus ke konten dewasa.

Sumber: Dari berbagai sumber