Penambangan Bitcoin Konsumsi Listrik Lebih Banyak daripada Irlandia

Jaringan penambangan Bitcoin menggunakan lebih banyak listrik dalam satu tahun daripada keseluruhan Irlandia. Hal ini diungkapkan oleh sebuah statistik yang dirilis pada saat mata uang tersebut memecahkan rekor 9.000 dollar AS untuk pertama kalinya.

Menurut Digiconomist perkiraan penggunaan daya dari jaringan bitcoin yang bertanggung jawab untuk memverifikasi transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency adalah sebesar 30,14TWh setahun, yang melebihi 19 negara Eropa lainnya. Pada pemadaman listrik 3.4GW yang terus-menerus, berarti jaringan tersebut mengonsumsi listrik lima kali lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh wind farm terbesar di Eropa, London Array yang berada di muara Thames bagian luar dengan daya 630MW.

Pada tingkat konsumsi listrik tersebut, masing-masing transaksi bitcoin menggunakan hampir 300 kWh listrik yang berarti cukup untuk merebus sekitar 36.000 ceret yang penuh dengan air. Meskipun konsumsi daya jaringan pembayaran lainnya lebih sulit ditetapkan, salah satu dari dua pusat data di Amerika Serikat dilaporkan beroperasi sekitar 2% dari daya yang dibutuhkan oleh bitcoin. Di antara mereka, kedua pusat data tersebut melakukan transaksi sekitar 200 juta per hari, sedangkan jaringan bitcoin menangani kurang dari 350.000 transaksi.

Daya tarik astronomi adalah segi bagaimana jaringan bitcoin melindungi diri dari kecurangan. Tanpa otoritas terpusat yang mengaautorisasi transaksi, bitcoin justru didukung oleh penambang yang menempatkan komputer khusus untuk bekerja berputar-putar menyelesaikan masalah komputasi yang sangat intensif daya. Dengan memecahkan masalah tersebut, penamban memperoleh hampir seperempat juta dolar dalam bitcoin dan memverifikasi semua transaksi yang dilakukan dalam 10 menit terakhir.

Sumber: The Guardian