Penjahat Eksploitasi Berita Palsu untuk Kentungan Komersial

Berita palsu secara luas dianggap sebagai propaganda politik atau ideologis yang dipublikasikan untuk memengaruhi opini publik. Namun penelitian terbaru yang dilakukan oleh firma Digital Shadows menunjukkan bahwa layanan berita palsu saat ini ditujukan untuk menyebabkan kerusakan finansial dan reputasi bagi perusahaan melalui kampanye yang tidak tepat.

Penelitian perusahaan tersebut menyatakan bahwa layanan berita palsu sering dikaitkan dengan skema penipuan Pump and Dump yang secara agresif mempromosikan saham murah untuk melambungkan harga mereka sebelum kejatuhan dan pembakaran yang tak terelakkan. Scammers membeli di harga rendah, berharap agar promosi mereka membuat harga jual tinggi, lalu lari dengan merampok tanpa memperhatikan investor lain.

Varian kripto dari skema yang sama telah berevolusi dan melibatkan pembelian saham utama secara bertahap di altcoin dan mengumpulkan minat pada koin melalui pos di media sosial. Alat ini kemudian memperdagangkan koin-koin tersebut di antara banyak akun, mendorong kenaikan harga, sebelum menjual ke pedagang yang tidak menaruh curiga dan ingin membeli selagi harga masih naik.

Penelitian Digital Shadows menujukkan bahwa analisis dompet Bitcoin dari salah satu layanan Pump and Dump yang populer menemukan bahwa mereka telah menerima setara 326.000 dollar AS dari calon penjahat dalam waktu kurang dari dua bulan. Digital Shadows juga mengidentifikasi lebih dari sepuluh layanan yang memungkinkan pengguna mendownload perangkat lunak yang mengendalikan aktivitas bot media sosial. Salah satu layanan tersebut menawarkan uji coba bagi pengguna dengan bayaran hanya 7 dollar AS.

Pertarungan melawan berita palsu bisa jadi semakin sulit dengan adanya iklan toolkit yang semakin banyak dan mengklaim menyertakan fitur built-in yang bisa mem-bypass metode captcha yang pada awalnya dibawa untuk mencegah bot dan skrip otomatis. Tidak mengherankan, organisasi media sering menjadi sasaran penyalur berita palsu. Digital Shadows menganalisis 40 situs berita global teratas dan memeriksa lebih dari 85.000 kemungkinan variasi pada domain mereka. Dengan demikian, ia menemukan sekitar 2.858 domain yang menipu yang aktif.

Cukup dengan mengubah karakter pada domain (misalnya huruf M diubah menjadi rn) dan dengan menggunakan layanan kloning dimungkinkan pembuatan sebuah situs palsu yang meyakinkan dari situs berita yang sah. Kemudian mempromosikan cerita palsu di situs palsu tersebut untuk tujuan jahat mereka sendiri.

Sumber: The Register