Facebook Akui Menggunakan Facebook Berisiko Kesehatan Mental

Facebook telah mengakui bahwa penggunaan media sosial dapat (khususnya Facebook) berdampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. Pengakuan tersebut merupakan sebuah pertanda bahwa Facebook merasakan tekanan dari meningkatnya kritik terhadap efek platform Facebook terhadap masyarakat.

Peneliti untuk jaringan sosial Facebook mengakui di sebuah artikel blog bahwa penelitian telah menemukan bahwa menghabiskan waktu di Facebook untuk mengonsumsi informasi secara pasif dapat membuat orang merasa lebih buruk. Namun, penelitian yang sama juga berpendapat bahwa sebagian dari solusinya adalah untuk terlibat dan berinteraksi lebih banyak dengan orang-orang di Facebook.

Pengakuan publik Facebook terhadap beberapa efek merugikan Facebook muncul beberapa hari setelah seorang mantan eksekutif Facebook menjadi berita utama dengan sebuah pidato yang membanting perusahaan tersebut. Mantan eksekutif Facebook tersebut mengatakan bahwa umpan balik berbasis dopamin jangka pendek yang diciptakan Facebook telah menghancurkan bagaimana masyarakat bekerja.

Facebook telah berulang kali dituduh menyebarkan propaganda Rusia dan berita palsu, memberikan platform dan jaringan untuk supremasi kulit putih, yang memungkinkan ujaran kebencian dan iklan yang menyinggung dan menyensor kritik pemerintah yang menindas. Studi telah berulang kali menemukan bahwa Facebook, Twitter dan situs media sosial lainnya dapat merusak kesejahteraan emosional pengguna berat, terutama orang muda.

Sumber: The Guardian