Hakim Tolak Gugatan Class Action terhadap Google

Hakim negara bagian California telah menolak gugatan class action yang menuduh Google membayar pegawai perempuan lebih rendah daripada pegawai laki-laki. Hakim juga memberikan penggugat 30 hari untuk mengajukan keluhan baru hanya atas nama perempuan yang menghadapi diskriminasi gaji.

Hakim pengadilan tinggi Mary Wiss di San Francisco mengatakan bahwa tuntutan hukum tersebut tidak tepat karena diajukan atas nama semua perempuan yang bekerja untuk Google di California. Seorang pengacara untuk tiga perempuan yang menggugat Google pada bulan September, mengatakan bahwa dia bermaksud mengajukan keluhan baru pada awal Januari nanti.

Keputusan tersebut muncul saat Google menghadapi penyelidikan oleh Departemen Tenaga Kerja AS mengenai dugaan bias seks dalam praktik pembayaran gaji. Juru bicara Google, Gina Scigliano mengatakan bahwa perusahaan tersebut bekerja untuk menciptakan tempat kerja yang hebat bagi semua orang. Jika Google melihat perbedaan atau masalah individual, Google berupaya memperbaikinya.

James Finberg, seorang pengacara untuk penggugat, mengatakan bahwa keluhan baru mereka akan menjelaskan bahwa Google telah melanggar California Equal Pay Act dengan membayar perempuan lebih rendah daripa dari laki-laki untuk pekerjaan yang setara secara substansial di hampir setiap klasifikasi pekerjaan.

Tuntutan tersebut tampaknya menjadi yang pertama yang membuat klaim bias seks terhadap Google atas nama perempuan, namun hanya merupakan contoh terbaru dari sebuah perusahaan teknologi besar yang dituduh melakukan diskriminasi terhadap perempuan.

Departemen Tenaga Kerja menggugat Oracle America Inc pada bulan Januari, mengklaim bahwa mereka membayar orang kulit putih lebih banyak daripada perempuan dan kaum minoritas dengan pekerjaan serupa. Microsoft dan Twitter menghadapi tuntutan bias seks dan Qualcomm tahun lalu membayar sebesar 19,5 juta dollar AS untuk menyelesaikan tuntutan.

Penggugat dalam tuntutan hukum terhadap Google adalah mantan insinyur perangkat lunak, mantan spesialis komunikasi dan mantan manajer yang bekerja dalam berbagai peran di Google. Mereka mengatakan dalam tuntutan hukum bahwa Google membayar perempuan di California lebih rendah daripada laki-laki untuk melakukan pekerjaan serupa, dan memberikan pekerja perempuan pekerjaan yang cenderung tidak mengarah pada promosi, yang melanggar undang-undang negara bagian. Google telah menolak klaim tersebut dan mengatakan keputusan ketenagakerjaannya dibuat oleh komite perekrutan dan promosi dan diperiksa untuk memastikan tidak ada bias.

Sumber: The Guardian