KemKominfo Komitmen Berantas Hoax, Radikalisme dan Konten Negatif Lain

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) secara aktif merespons aduan masyarakat terkait konten negatif sebagai bagian dari program internet sehat.

Sebagai contoh pada awal bulan November 2017, masyarakat dihebohkan dengan tersebarnya konten negatif melalui aplikasi Whatsapp. KemKominfo segera melayangkan surat pada manajemen aplikasi tersebut untuk membersihkan fitur GIF yang mengandung konten asusila.

Sebelumnya, pada Juli lalu KemKominfo dengan tegas mengimbau kepada pengelola media sosial seperti Facebook, YouTube ataupun Twitter untuk menangkal konten-konten negatif seperti konten yang memiliki unsur hoax, fake news hingga radikalisme.

Sebaliknya KemKominfo juga memberikan penghargaan bagi para pelaku industri teknologi yang menerapkan internet sehat. Kaskus menjadi salah satu platform yang dianggap berhasil menyebarkan tren positif bagi pengguna Internet di Indonesia. Sebab komunitasnya cukup aktif membuat acara-acara produktif ketimbang hanya menyebarkan konten negatif ataupun berita palsu.

Pemerintah secara bertahap membuat aturan serta sistem penanggulangan konten negatif. Salah satunya melalui kerjasama dengan Google pada awal Agustus 2017 untuk program yang dinamakan “Trusted Flagger”.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat memberikan flag (tanda bendera) untuk konten yang berbau negatif.

Sementara berdasarkan sistem aduan yang dibuat oleh KemKominfo telah berhasil memblokir 782.316 situs hingga 18 September 2017.

Tak hanya mencegah, KemKominfo juga turut mendorong sosialisasi internet sehat bagi masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi selalu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, misalnya pemerintah daerah, ICT Watch, IDKita Kompasiana, Yayasan Kita dan Buah Hati, serta AWARI.

Pada Oktober 2017, KemKominfo mendorong gerakan #SiBerkreasi. Gerakan ini merupakan kolaborasi pemerintah, swasta, perguruan tinggi, komunitas dan pegiat literasi digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan gerakan ini bertujuan merangkul komunitas dan ekosistem untuk menyebarkan konten positif.

Sumber:Bareksa