Regulator AS Batalkan Aturan Net Neutrality

Regulator media AS, FCC memilih untuk mengakhiri peraturan yang melindungi internet terbuka. Pada pertemuan penuh Komisi Komunikasi Federal (FCC) di Washington, tiga komisaris FCC berhasil mengalahkan dua komisari FCC lainnya yang menentang penghapusan aturan net neutrality tersebut. Dengan batalnya aturan net neutrality berarati tak ada lagi aturan yang bisa mencegah penyedia layanan internet (ISP) untuk menagih lebih banyak kepada situs tertentu untuk memberikan layanan tertentu atau memblokir situs yang lain, misalnya, jika mereka bersaing dengan layanan yang ditawarkan perusahaan kabel.

Komisioner FCC Mignon Clyburn, seorang Demokrat, mengecam langkah tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tidak setuju karena termasuk jutaan orang yang marah karena FCC menarik wewenangnya sendiri, melepaskan tanggung jawab untuk melindungi konsumen broadband nasional. Rekannya yang juga jadi komisaris di FCC, Jessica Rosenworcel mengatakan FCC telah menunjukkan penghinaan atas opini publik selama peninjauan. Dia menyebut proses itu korup. Akibat tindakan sesat hari ini, penyedia layanan broadband akan mendapatkan kekuatan baru yang luar biasa.

Namun ketua FCC Ajit Pai dan dua rekan dari partai Republik memilih pencabutan aturan tersebut. Pai mengatakan bahwa peraturan saat ini telah menghambat inovasi dan menangani masalah yang tidak ada (sama sekali).

Pendukung net neutrality berpendapat bahwa internet terbuka sangat penting untuk penciptaan web saat ini, dan telah memungkinkan perusahaan seperti Skype bersaing dengan penyedia telekomunikasi dan Netflix untuk mengubah lanskap media. Mereka mengatakan bahwa penghapusan peraturan akan memengaruhi konsumen di seluruh dunia.

Di masa lalu, perusahaan kabel telah berusaha untuk memblokir atau memperlambat layanan yang bersaing dan peraturan tersebut dimaksudkan untuk mencegah kasus semacam itu terjadi di masa depan. Menurut kritikus, penghapusan peraturan net neutrality akan menahan inovasi online yang telah dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia dan menjadi preseden berbahaya bagi negara lain yang ingin mengambil kendali lebih kuat dari internet atau untuk memberikan pengawasan kepada perusahaan.

Evan Greer, direktur kampanye aktivis internet Fight for the Future, mengatakan bahwa membunuh net neutrality di AS akan berdampak pada pengguna internet di seluruh dunia. Penghapusan tersebut akan menyebabkan banyak ide terbaik yang akan hilang, tergencet oleh perusahaan terbesar dengan mengorbankan internet global.

Sumber: The Guardian