Facebook Bisa Dituntut oleh Korban Balas Dendam Porno

Seorang pengacara kasus pencemaran nama baik terkenal telah memperingatkan Facebook bahwa mereka bisa menghadapi sejumlah tuntutan hukum dari korban balas dendam porno setelah seorang remaja mencapai penyelesaian dengan situs jejaring sosial tersebut atas gambar telanjangnya yang diposkan secara online.

Paul Tweed, nama pengacara yang berbasis di Belfast tersebut juga mengatakan bahwa kantornya sedang dibanjiri oleh pertanyaan dari orang-orang yang mengklaim gambar telanjang mereka telah diposting di Facebook, Twitter dan situs lainnya. Tweed mengatakan bahwa hal tersebut adalah tambahan signifikan dari jumlah kasus yang diurus oleh kantornya. Sebelumnya ia sudah menangani kasus sehubungan dengan keluhan tentang balas dendam porno yang diposkan di jejaring sosial.

Oleh karena Facebook, Twitter dan raksasa media sosial lainnya memiliki kantor pusat Eropa mereka di Dublin, sebagian besar kasus ini akan diproses di pengadilan Dublin. Ada cukup banyak kasus yang tertunda dan penyelesaian dalam kasus pekan lalu di pengadilan tinggi Belfast pasti akan memengaruhi kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa Facebook mencapai penyelesaian rahasia dengan seorang gadis berusia 14 tahun yang menggugat mereka setelah foto dirinya diposkan di sebuah halaman yang disebut shame page di situs Facebook. Tim hukum gadis tersebut melakukan perlawanan terhadap kasus tersebut setelah fotonya muncul beberapa kali antara bulan November 2014 dan Januari 2016. Dia menuduh Facebook melakukan penyalahgunaan informasi pribadi, kelalaian dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data.

McCann and McCann yang menjadi pengacara gadis tersebut mengklaim bahwa kesepakatan tersebut telah memindahkan tujuan dalam hal bagaimana jaringan media sosial seperti Facebook harus menanggapi pesan dan gambar yang tidak senonoh dan kasar yang diposting di situs mereka.

Keberadaan jejaring sosial seperti Facebook di Dublin juga berarti bahwa mereka tidak hanya tunduk pada undang-undang Irlandia, tetapi juga undang-undang privasi Eropa yang mereka dapat dituntut di manapun di Eropa terkait kasus balas dendam porno.

Sumber: The Guardian