Facebook Seharusnya Diatur Layaknya Perusahaan Rokok

CEO Salesforce Marc Benioff mengatakan bahwa Facebook seharusnya diatur seperti perusahaan rokok, karena sifat adiktif dan berbahaya media sosial.

Benioff mengatakan kepada CNBC di World Economic Forum di Davos bahwa media sosial akan diatur persis seperti cara regulator mengatur industri rokok. Hal ini karena produk media sosial tersebut adiktif atau menimbulkan kecanduan bagi penggunanya.

Benioff mengungkapkan keyakinannya bahwa bahwa teknologi memiliki kualitas adiktif yang harus kita hadapi dan perancang produk tersebut bekerja untuk membuat produk tersebut lebih adiktif dan kita perlu mengendalikannya sebanyak mungkin.

Benioff, yang mendirikan perusahaan komputasi awan B2B Salesforce pada tahun 1999 dan sekarang bernilai lebih dari 4 miliar dollar, menyarankan agar beberapa regulasi beberapa tidak dapat dihindari untuk industri teknologi. Ada beberapa peraturan terhadap industri tersebut, tetapi mungkin ada yang harus lebih.

Beberapa orang penting di Silicon Valley telah berbicara dalam beberapa bulan terakhir tentang ketakutan mereka bahwa media sosial bisa lebih merusak secara psikologis daripada yang diharapkan orang. Pekan lalu, Roger McNamee, seorang investor awal di Facebook menulis sebuah kolom di The Guardian yang memperingatkan bahwa perusahaan tersebut harus mengatasi kerugian yang ditimbulkan oleh platform Facebook karena kecanduan dan eksploitasi oleh pelaku buruk.

Ia mengatakan bahwa ia pernah menjadi mentor Mark Zuckerberg, tetapi Ia belum bisa berbicara dengan Mark tentang hal ini. Sayangnya, semua platform internet membelokkan kritik dan membiarkan penggunanya dalam bahaya.

Sebelumnya, Sean Parker, Presiden pertama Facebook, telah menggambarkan praktik bisnis perusahaan media sosial sebagai umpan balik validasi sosial karena memanfaatkan kerentanan di psikologi manusia.  Sebagai bagian dari upayanya untuk mendapatkan kembali kendali atas narasi tersebut, Facebook telah mengumumkan akan mulai mempertimbangkan trusted publisher sebagai bagian dari algoritma News Feed-nya. Metrik perusahaan untuk menentukan kepercayaan adalah survei dua pertanyaan sederhana, yang menyebabkan beberapa orang mempertanyakan potensinya.

Sumber: The Guardian