Hacker Rumania Bobol Kamera Polisi Washington DC

Jaksa AS telah menghukum dua orang asal Rumania karena membobol komputer polisi Washington DC yang terhubung dengan kamera pengintai beberapa hari sebelum pelantikan Presiden Donald Trump. Kedua orang ini ditahan di Rumania setelah ditangkap di bandara Bucharest Otopeni pada tanggal 15 Desember 2017 yang lalu.

Mihai Alexandru Isvanca, 25 dan Eveline Cismaru, 28 diduga mengakses sebanyak 123 kamera pengintai luar ruang yang diduga merupakan bagian dari skema ransomware. Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa kasus tersebut merupakan prioritas tertinggi karena terkait dengan keamanan seputar pelantikan presiden.

Pelaku bermaksud untuk menggunakan komputer kamera untuk mengirim ransomware ke lebih dari 179.600 alamat email dan memeras uang dari korban. Penyidik ​​telah mengidentifikasi korban yang telah menerima ransomware atau korban yang server komputernya telah diakses. Namun demikian, tidak ada bukti bahwa para tersangka hacker tersebut secara fisik telah melukai atau mengancam siapapun.

Seorang agen layanan rahasia, James Graham, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa dua varian kode komputer canggih telah ditempatkan di tiga komputer polisi, yang dikenal sebagai cerber dan yang lainnya dikenal sebagai dharma. Dalam serangan ransomware, malware secara diam-diam dipasang di komputer, biasanya melalui lampiran email yang kemudian mengunci program. Para hacker kemudian menuntut pembayaran dengan imbalan untuk membuka kunci komputer.

Isvanca dan Cismaru dituduh melakukan konspirasi untuk melakukan wired fraud, yaitu kecurangan finansial dengan menggunakan komputer yang mendapat hukuman maksimal 20 tahun di penjara. Badan Kepolisian Uni Eropa, Europol mengatakan tiga tersangka lainnya juga ditangkap di Rumania bulan ini dalam penyelidikan terkait dengan ransomware. Ketiganya dicurigai menginfeksi komputer dengan malware CTB-Locker (Curve-Tor-Bitcoin Locker).

Sumber: BBC