Konten Negatif Twitter yang Dilaporkan Meningkat Tajam

Sudah bukan rahasia bahwa media sosial merupakan tempat bersarangnya konten negatif. Konten negatif tersebut bisa saja berita palsu, fabrikasi fakta, fitnah dan banyak lainnya. Pengguna pun tidak tinggal diam dan melaporkan konten negatif tersebut, khususnya di Twitter.

Dikutip dari Detikinet, sepanjang tahun 2017, Twitter merupakan media sosial paling banyak dilaporkan oleh masyarakat yang menemukan konten negatif di platform-nya. Data Kominfo menunjukkan adanya peningkatan jumlah laporan netizen terkait konten-konten negatif di Twitter dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016, aduan yang berhubungan dengan Twitter hanya 3.211 aduan, namun pada tahun 2017 meningkat drastis mencapai 521.530 aduan. Lonjakan laporan paling tinggi terjadi di bulan Agustus tahun 2017 dengan jumlah aduan sebanyak 521.350.

Posisi kedua dalam daftar media sosial yang paling banyak dilaporkan adalah Facebook dan Instagram yang datanya digabung oleh Kominfo. Laporan terkait Facebook dan Instagram berjumlah  857 aduan di tahun 2017 yang lalu. Posisi selanjutnya diduduki oleh YouTube dan Google 163 aduan, Telegram 112 aduan, BBM 5 aduan, dan Line 1 aduan.

Masih menurut Kominfo, lonjakan aduan tersebut disebabkan masyarakat semakin sadar untuk memerangi konten negatif yang menyebar di jejaring sosial. Untuk itu, Kominfo juga berharap peran Twitter dan layanan lainnya agar dapat mengatasi persoalan tersebut di kemudian hari.

Sumber: Detikinet