Lubang Keamanan Ditemukan di Prosesor Intel

Laporan menyebutkan bahwa lubang keamanan telah ditemukan di hampir semua prosesor Intel sehingga memerlukan perbaikan di Windows, macOS dan Linux. Para pengembang saat ini sedang bekerja belakang layar untuk memperbaiki lubang keamanan yang signifikan di dalam chip Intel, dengan tambalan sudah tersedia di beberapa versi Linux dan beberapa versi uji Windows, walaupun perbaikannya diperkirakan akan memperlambat komputer secara signifikan.

Rincian spesifik dari lubang keamanan tersebut tampaknya memengaruhi hampir semua prosesor Intel yang dibuat dalam dekade terakhir dan oleh karena itu memengaruhi juga jutaan komputer yang menjalankan hampir semua sistem operasi, belum dipublikasikan.

Namun, rincian perbaikan yang dikembangkan mengarah pada masalah yang melibatkan akses bagian memori komputer yang aman melalui program reguler. Dikhawatirkan kelemahan keamanan dalam prosesor Intel ini bisa digunakan untuk mengakses password, rincian login dan informasi terlindungi lainnya di komputer.

Pakar keamanan independen. Graham Cluley mengatakan bahwa sistem operasi modern mengandalkan chip Intel untuk menyediakan beberapa layanan keamanan penting, namun jika ditemukan adanya lubang keamanan, sistem operasi perlu diperbarui untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan chip Intel berhasil dilakukan dengan benar.

Perbaikan melibatkan pemindahan memori yang digunakan oleh inti sistem operasi komputer yang dikenal sebagai kernel. Dengan cara tersebut program normal, termasuk mulai dari javascript, situs web hingga permainan komputer, tidak dapat dimanipulasi untuk memanfaatkan lubang dan mendapatkan akses ke memori kernel yang dilindungi.

Namun penerapan tambalan ini diharapkan dapat memengaruhi kinerja komputer secara signifikan, membuat beberapa tindakan hingga sekitar 30% lebih lambat. Pusat Keamanan Cyber ​​Nasional Inggris (NCSC) mengatakan bahwa mereka telah mengetahui masalah ini dan tambalan sedang diproduksi.

Pengaruh lubang keamanan ini dapat dilihat pengguna komputer biasa pada kinerja komputer. Selain itu, kelemahan keamanan juga ini memengaruhi server cloud Amazon, Microsoft dan Google. Seberapa parah pengaruh dari lubang keamanan tersebut belum diungkapkan kepada publik, namun lamanya waktu yang diperlukan oleh para pengembang sistem operasi untuk memperbaikinya mengindikasikan bahwa mereka menganggapnya sebagai masalah serius yang tampaknya tidak dapat ditambal dengan pembaruan yang sedikit.

Sumber: The Guardian