Mesin Pengais Konten Negatif Kominfo Sudah Mulai Bekerja

Masih ingat dengan mesin yang berharga miliaran rupiah untuk mengais konten di internet? Beberapa waktu yang lalu, dilaporkan bahwa mesin ini sudah mulai bekerja untuk mengais konten negatif di internet. Dikutip dari Detik mesin pengais konten negatif tersebut diberi nama AIS dan di tempatkan di sebuah ruangan yang diberi nama Cyber Drone 9 di lantai 8 Kementerian Kominfo. Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa sistem ini (mesin ini) akan mulai beroperasi Januari 2018, bertujuan untuk memitigasi lolosnya konten negatif dalam situs-situs yang bisa diakses dari Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan mesin sensor internet itu sudah serah terima hari ini, Jumat 29 Desember 2017, dan ditempatkan di lantai 8 Kementerian Kominfo.

Semuel menggambarkan mesin sensor tersebut ditempatkan di sebuah ruangan, di mana terdapat bermacam-macam monitor untuk tim pengendali bekerja. Sekelilingnya ruangan tersebut akan ditempatkan kaca-kaca seperti halnya ruang kontrol. Mesin ini tak hanya dapat dimanfaatkan oleh Kominfo, tetapi juga lembaga atau kementerian yang memiliki kewenangan dapat menggunakannya, misalnya BPOM yang mencari obat-obatan terlarang di internet.

Mengenai pengoperasiannya, mesin sensor internet ini akan menganut sistem kerja crawling secara otomatis. Mesin tersebut akan mendeteksi situs-situs negatif di dunia maya berdasarkan kata pencarian yang sudah dimasukkan oleh tim.

Kompas menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir privasinya terganggu akibat dari dioperasikannya mesian AIS tersebut. Teguh Arifiyadi Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kominfo menjamin tim CD9 tak akan digunakan pemerintah untuk mengawasi semua pengguna internet dan media sosial.

Mesin AIS di CD9 hanya mempercepat proses crawling konten negatif yang tadinya dilakukan secara manual. Mesin itu tak dibekali  senjata pembunuh situs, akun media sosial, portal berita, dan lainnya. Hasil temuan mesin AIS akan diverifikasi ulang oleh tim verifikator yang terpilih dan terlatih. Bukti nyata konten negatif akan di-screencapture, lalu diteruskan ke tim eksekutor untuk tindakan terakhir.

Jika sebuah situs atau akun memang dianggap meresahkan dan melanggar aturan yang berlaku di Indonesia, tim eksekutor CD9 akan memblokirnya dengan berkoordinasi ke penyedia jasa internet dan penyelenggara media sosial.

Sumber: Detik dan Kompas

Sumber Foto: Detik