Polisi Hadiahi Pemenang Kuiz dengan Memory Stick Terinfeksi Virus

Polisi Taiwan telah meminta maaf setelah memberikan memory stick yang terinfeksi virus sebagai hadiah dalam kuis keamanan cyber yang dilakukan pemerintah. Badan kepolisian nasional Taiwan mengatakan sebanyak 54 unit flash drive yang diberikannya pada sebuah acara terkait dengan tindakan cybercrime pemerintah mengandung malware.

Virus tersebut yang dapat mencuri data pribadi dan telah dikaitkan dengan penipuan ditambahkan secara tidak sengaja. Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) meminta maaf atas kesalahan tersebut dan menyalahkan kecelakaan tersebut pada kontraktor pihak ketiga.

Sekitar 250 flash drive diberikan di acara yang dipandu oleh Kantor Presiden Taiwan yang berlangsung pada 11 hingga 15 Desember 2017. Acara tersebut bertujuan untuk menyoroti tekad pemerintah untuk memberantas kejahatan dunia maya.

Semua flash drive yang dibagikan diproduksi di China, namun CIB mengesampingkan adanya kemungkinan spionase yang disponsori negara, dengan mengatakan bahwa bug bisa saja berasal dari pemasok yang berbasis di Taiwan. Seorang karyawan di perusahaan tersebut telah mentransfer data ke 54 flash drive untuk menguji kapasitas penyimpanan mereka dan menginfeksinya dalam proses tersebut.

Malware, yang diidentifikasi sebagai program XtbSeDuA.exe, dirancang untuk mengumpulkan data pribadi dan mengirimkannya ke alamat IP Polandia yang kemudian menyimpannya ke server tak dikenal. CIB mengatakan bahwa malware tersebut telah digunakan oleh sebuah kelompok penipu cyber yang ditemukan oleh Europol pada tahun 2015.

Sumber: BBC