WeChat Sangkal Simpan Riwayat Chatting

Aplikasi perpesanan paling populer di China, WeChat, telah menyangkal tuduhan bahwa mereka menyimpan riwayat obrolan pengguna. Bantahan tersebut menyusul adanya kritik dari pengusaha China Li Shufu, yang baru-baru ini mengatakan bahwa WeChat mengawasi semua chat setiap hari.

Sebagai tanggapan, perusahaan yang dimiliki Tencent tersebut mengatakan bahwa tuduhan mereka mengawasi pengguna adalah kesalahpahaman. Semua platform media sosial China diminta untuk menyensor pos publik yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Li dikutip oleh media China mengatakan bahwa dia yakin Tencent memantau semua akun orang.

Pebisnis berprofil tinggi tersebut memiliki Geely Holdings yang pada gilirannya memiliki merek mobil Volvo. Ini adalah salah satu produsen mobil terbesar di China dan merupakan satu dari sedikit yang tidak dikendalikan oleh pemerintah.

Dalam sebuah posting di platform media sosialnya sebagai tanggapan atas komentarnya, WeChat mengatakan bahwa mereka tidak menyimpan riwayat obrolan pengguna, obrolan hanya tersimpan di ponsel pengguna, komputer dan terminal lainnya. WeChat tidak akan menggunakan konten dari obrolan pengguna untuk analisis data yang besar. Karena model teknis WeChat yang tidak menyimpan atau menganalisis obrolan pengguna, rumor bahwa WeChat mengawasi obrolan pengguna setiap hari adalah kesalahpahaman.

Kebijakan privasi WeChat menyatakan bahwa ia mungkin perlu menyimpan dan mengungkapkan informasi pengguna sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah atau penegak hukum.
Dalam laporan 2016 tentang privasi aplikasi messenger, yang disusun oleh aktivis hak Amnesty International, Tencent mencetak angka nol dari 100.

Tencent tidak hanya gagal memenuhi kriteria tersebut, namun juga satu-satunya perusahaan yang belum mengumumkan secara terbuka bahwa pihaknya tidak akan mengijikan pemerintah untuk mengakses pesan terenkripsi dengan membangun backdoor. Pada bulan September 2017, pemerintah China mendenda Tencent, Baidu dan Weibo, karena gagal menyensor konten online dengan benar, meminta mereka untuk meningkatkan metode pemantauan konten.

Sumber: BBC