Aplikasi Kebugaran Ungkapkan Pangkalan Militer

Kekhawatiran terhadap keamanan meningkat setelah perusahaan pelacak kebugaran menunjukkan rute latihan personil militer di pangkalan militer di seluruh dunia. Pelacak kebugaran online Strava mempublikasikan heatmap yang menunjukkan jalur yang dilacak penggunanya saat mereka berlari atau bersepeda.

Aplikasi tersebut sepertinya menunjukkan struktur pangkalan militer asing di negara-negara termasuk Suriah dan Afghanistan saat tentara bergerak di sekitar pangkalan. Juru bicara militer AS mengatakan bahwa mereka memeriksa heatmap tersebut.

Strava yang berbasis di San Francisco menyediakan sebuah aplikasi yang menggunakan GPS ponsel untuk melacak aktivitas olahraga pengguna. Aplikasi ini menggunakan data yang dikumpulkan dari perangkat kebugaran seperti Fitbit dan Jawbone sehingga memungkinkan orang memeriksa kinerjanya sendiri dan membandingkannya dengan orang lain. Strava memiliki 27 juta pengguna di seluruh dunia.

Versi terbaru dari heatmap dirilis oleh Strava pada bulan November tahun lalu. Aplikasi ini adalah visualisasi data yang menunjukkan semua aktivitas semua pengguna di seluruh dunia. Strava mengatakan versi terbaru telah dibangun dari satu miliar aktivitas, sekitar tiga triliun poin data, mencakup 27 miliar km (17 mil) jarak lari, berlari atau berenang.

Pertanyaannya mengapa jadi berita?

Adalah Nathan Ruser, seorang mahasiswa Australia berusia 20 tahun yang mempelajari keamanan internasional di Australian National University dan juga bekerja sama dengan Institute for United Conflict Analysts. Dia mengatakan bahwa dia menemukan peta saat menjelajah blog kartografi minggu lalu. Menurutnya sejumlah besar personil militer yang menggunakan layanan Strava  telah membagikan data lokasi mereka secara terbuka dan menyadari bahwa menilik rute jogging tersebut bisa berbahaya.

Ia mengatakan bahwa rute jogging tersebut seharusnya tidak ada di Strava Hal ini karena meskipun lokasi pangkalan militer umumnya terkenal dan citra satelit dapat menunjukkan garis besar bangunan, heatmap dapat mengungkapkan mana yang paling banyak digunakan atau rute yang diambil oleh tentara sehingga bila informasi tersebut terbuka ke publik bisa berbahaya.

Sumber: BBC