Rusia Mungkin Blokir YouTube dan Instagram

YouTube dan Instagram menghadapi kemungkinan diblokir oleh penyedia layanan internet Rusia sebagai akibat dari kebuntuan antara salah satu pengusaha terkaya di negara tersebut dengan pemimpin oposisi. Badan sensor Rusia memasukkan kedua layanan tersebut ke dalam daftar hitam setelah pengadilan memutuskan bahwa mereka melanggar hak privasi miliarder Oleg Deripaska. Namun, Alexei Navalny menolak untuk menghapus video dan foto yang dipersengketakan yang menurutnya merupakan bukti adanya korupsi.

Hari Rabu (kemarin) merupakan batas waktu yang telah ditetapkan. Jika, baik Navalny maupun perusahaan teknologi AS (YouTube dan Instagram) yang terlibat tidak menghapus atau memblokir akses lokal ke video tersebut pada hari Rabu, maka ISP Rusia akan diminta untuk mengambil tindakan sendiri.

Kelompok yang mewakili industri mengindikasikan bahwa hal ini dapat mengakibatkan semua akses lokal ke kedua jaringan sosial tersebut dikurangi karena ISP kekurangan fasilitas untuk menyensor pos tertentu.  Juru bicara Asosiasi Komunikasi Elektronik Rusia mengatakan bahwa tidak mungkin penyedia internet memblokir laman tertentu di Instagram dan YouTube.

Navalny adalah pemimpin oposisi Rusia yang paling menonjol. Namun, dia dilarang berhadapan dengan Presiden Putin dalam pemilihan bulan depan karena ada dugaan korupsi yang menurutnya bermotif politik.

Kelompok antikorupsi Navalny mengeposkan sebuah video ke YouTube pada hari Kamis minggu lalu di mana dia mempresentasikan rekaman yang diduga menunjukkan Deripaska bertemu dengan wakil perdana menteri Rusia Sergei Prikhodko di atas sebuah kapal pesiar. Materi tersebut bersumber dari akun Instagram seorang perempuan yang telah diposkan pada tahun 2016. Navalny juga mengunggah foto rapat rahasia selain sebuah surat yang merinci klaim korupsi, ke akun Instagram miliknya sendiri.

Keesokan harinya, Deripaska memperoleh perintah pengadilan yang menuntut penghapusan 14 postingan Instagram dan tujuh klip YouTube. Pada hari Sabtu, pengawas internet pemerintah Roskomnadzor mengeluarkan  perintah kepada kedua platform teknologi tersebut yang meminta materi tersebut dihapus dan memberi mereka waktu tiga hari kerja untuk melaksanakannya. Google kemudian memberitahukan kepada tim Navalny bahwa mereka mungkin terpaksa memblokir video tersebut. Namun sampai saat ini, baik Facebook maupun Google tidak menyensor materi tersebut. Kedua perusahaan tersebut belum berkomentar secara terbuka mengenai masalah ini.

Sumber: BBC