Indonesia Rebut 12 Posisi Champion dalam WSIS Prizes 2018

Indonesia merebut 12 posisi champion (2nd Best) dalam The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2018. Ajang penghargaan inisiatif pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU) itu menempatkan Indonesia dalam delapan kategori dari 18 kategori yang dikompetisikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa tahun lalu Indonesia mendapatkan empat champion, sedangkan tahun ini mendapat dua belas champion. Dari delapan belas kategori yang diperlombakan di dunia, Indonesia masuk di delapan kategori. Hal tersebut merupakan peningkatan apresiasi dunia kepada Indonesia.

Menteri Kominfo mengucapkan terima kasih kepada komunitas TIK yang menjadi nominasi. Menurutnya, dari total 685 karya yang masuk dari seluruh dunia, sekitar 90 inisiatif dinominasikan. Setelah itu dalam setiap kategori masing-masing dipilih 5 inisiatif karya. Jadi merupakan suatu apresiasi bagaimana dunia menilai Indonesia, karena Indonesia berhasil merebut 12 posisi champion.

Kompetisi WSIS mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang TIK dari berbagai belahan dunia untuk menyampaikan inisiatif karya yang terbagi atas 18 kategori yang ada. Penentuan champion melalui saringan yang ketat, sejak dari fase nominasi awal oleh kelompok Pakar PBB, dilanjutkan dengan fase voting oleh publik, hingga kemudian penyaringan kembali oleh para pakar tersebut.

Dalam WSIS Forum 2018 di Jenewa, yang berlangung pada 19 s.d. 23 Maret 2018 mendatang, akan diumumkan inisiatif yang berhak mendapatkan posisi Winner atau Juara Pertama dari setiap kategori yang ada.

Berikut ke-12 inisiatif karya dari Indonesia yang berhasil merebut penghargaan Champion pada WSIS Prize 2018:

1.CFDS UGM

2. SIBERKREASI

3. BP3TI Kominfo

4. Relawan TIK Pemalang

5. Relawan TIK Bogor

6. APTIKA Kominfo

7. Lacak Malaria

8. MedUp Indonesia

9. Saujana Indonesia

10. Serikat Pekerja Telkomsel

11. IKP Kominfo

12. Tambo Indonesia

Sumber: Kominfo