Kepercayaan Publik Amerika terhadap Facebook Terus Menurun

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan Reuters menunjukkan bahwa publik Amerika mempercayai perusahaan teknologi lainnya daripada Facebook.

Jajak pendapat tersebut mensurvei 2.237 orang dewasa dari AS tentang penggunaan media sosial mereka dan kepercayaan pada perusahaan teknologi atas kepatuhan terhadap kebijakan privasi data pemerintah.

Survei Reuters menemukan bahwa kebanyakan orang menggunakan Facebook sepanjang hari daripada menggunakan Twitter, Instagram, Pinterest, Tumblr, Snapchat, atau Google+. Akan tetapi meskipun orang-orang lebih cenderung berada di Facebook, 51 persen mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mempercayai platform Facebook atau tidak terlalu mempercayainya.

Jajak pendapat tersebut tidak secara eksplisit menanyakan tentang pelanggaran data Cambridge Analytica yang terungkap dua minggu lalu. Waktu jajak pendapat bertepatan dengan ketika publik mengetahui tentang pelanggaran dan tagar #DeleteFacebook mulai beredar di media sosial.

Temuan Reuters cukup konsisten dengan penelitian The Verge sendiri pada musim gugur yang lalu.  Ketika itu survei dilakukan terhadap 1.520 responden di AS dan menemukan bahwa sekitar 30 persen konsumen agak atau sangat tidak mempercayai penanganan Facebook atas data pribadi mereka. Hanya sekitar 20 persen yang mengatakan bahwa mereka mempercayai Facebook, sementara yang lainnya tidak memiliki pendapat, tidak dipercaya  atau tidak menggunakan layanan.

The Verge menyurvei pengguna ketika fokus di Facebook adalah pertempuran melawan berita palsu, sebelum kegagalan data Cambridge Analytica belum menjadi pengetahuan umum. Dalam survei tersebut, The Verge menemukan bahwa 57 persen orang yang tidak di Facebook memilih untuk tidak ikut karena mereka tidak mempercayainya. Di survei tersebut The Verge menemukan bahwa Amazon masih merupakan perusahaan teknologi paling populer, diikuti oleh Google, kemudian Facebook, Microsoft, dan Apple.

Menurut Reuters, 41 persen orang Amerika mempercayai Facebook sampai batas tertentu untuk mematuhi hukum yang melindungi privasi data pengguna. Amazon memiliki skor kepercayaan tertinggi, yaitu 66 persen, diikuti oleh Google 62 persen, Microsoft pada 60 persen, dan Yahoo di 47 persen.

Sumber: The Verge