Pengguna Aplikasi Messenger Gugat Facebook

Tiga pengguna aplikasi Messenger mengajukan gugatan melawan raksasa jejaring sosial Facebok. Mereka menuduh Facebook melanggar (privasi) mereka dengan mencatat riwayat panggilan telepon dan pesan teks.

Gugatan tersebut diajukan setelah Facebook diketahui mengumpulkan beberapa panggilan pengguna dan riwayat teks pengguna Android, meskipun seiizin mereka. Fitur tersebut yang memungkinkan Facebook untuk melihat kapan panggilan atau teks dikirim atau diterima yang menurut Facebook merupakan opt in atau pengguna bisa memilih untuk setuju/ikut atau tidak.

Gugatan tersebut yang diajukan oleh tiga pengguna Facebook di pengadilan federal California Utara, menuduh Facebook melanggar beberapa undang-undang dan aturan negara bagian, termasuk the California Constitutional Right to Privacy, the Computer Data Access and Fraud Act dan the California Consumers Legal Remedies Act.

Facebook mengatakan bahwa fitur tersebut tidak mengumpulkan konten panggilan atau teks dan bahwa informasi yang dikumpulkan tidak dijual kepada pihak ketiga.

Gugatan tersebut diajukan setelah terbongkarnya skandal data dan privasi yang dilakukan Cambridge Analytica yang dituduh mengeksploitasi data pribadi 50 juta pengguna Facebook dan menggunakan informasi tersebut untuk memanipulasi pemilih AS dalam kampanye kepresidenan.

Sumber: CNet