Twitter Meminta Bantuan Publik terkait Online Abuse

Twitter secara resmi telah meminta bantuan publik dalam merancang health check untuk mengukur kontribusi mereka terhadap percakapan publik. Twitter mengatakan bahwa pihaknya berharap dapat bekerja dengan “pakar dari luar” dan mengundang proposal agar diajukan kepada mereka.

CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan platform Twitter memiliki konsekuensi negatif di dunia nyata yang tidak diprediksi dan dipahami sepenuhnya oleh Twitter. Twitter telah berulang kali dikritik karena jumlah penyalahgunaan dan propaganda yang diposting oleh sebagian penggunanya. Untuk mendukung pendirian baru Twitter tersebut, Dorsey men-tweet sebuah link ke sebuah organisasi bernama Cortico.

Health check tersebut nantinya bisa mengidentifikasi perhatian bersama, realitas bersama  berbagai pendapat dan penerimaan terhadap pandangan yang berbeda sebagai indikator percakapan publik yang sehat.

Lisa-Maria Neudert dari Oxford Internet Institute, mengatakan bahwa hal tersebut adalah langkah positif untuk melihat Twitter siap untuk membagikan datanya kepada para periset dan mendanai pekerjaan mereka, namun mempertanyakan bagaimana pengukuran tersebut dapat dilakukan.

Neudert menambahkan bahwa langkah tersebut adalah langkah bagus untuk Twitter. Ini adalah cara Twitter untuk mengatakan  bahwa platform Twitter memiliki masalah dan Twitter harus melakukan banyak hal untuk memperbaikinya. Masalah tersebut bukan hanya propaganda dan campur tangan (pihak asing), tetapi juga ada komunitas yang (saling) bermusuhan di Twitter.

Dorsey mengakui bahwa Twitter merasa kesulitan untuk mengelola cara platformnya digunakan oleh pengguna. Ia tidak bangga dengan bagaimana orang memanfaatkan layanan Twitter atau ketidakmampuan Twitter untuk mengatasinya dengan cukup cepat. Dalam serangkaian tweet dia mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah berfokus untuk menghapus konten yang menyinggung daripada mencoba untuk mendorong debat yang lebih sehat.

Sumber: BBC