Facebook Kecualikan 1,5 Miliar Lebih Pengguna dari GDPR

Facebook telah mengubah persyaratan layanannya. Dengan adanya perubahan tersebut berarti 1,5 miliar penggunanya tidak akan dilindungi oleh undang-undang perlindungan privasi baru yang ketat di Eropa. Langkah tersebut muncul ketika perusahaan menghadapi serangkaian pertanyaan dari pembuat undang-undang dan regulator di seluruh dunia mengenai penanganan data pribadi.

Perubahan ini berkisar pada pengguna mana yang akan diatur melalui kantor pusat Facebook di Eropa, yaitu di Irlandia. Facebook mengatakan pihaknya merencanakan aturan privasi yang lebih jelas di seluruh dunia. Dengan perubahan tersebut pengguna Facebook di luar Uni Eropa akan diatur oleh Facebook Inc di AS daripada Facebook Irlandia.

Hal ini secara luas dilihat sebagai cara Facebook menghindari keharusan menerapkan General Data Protection Regulation (GDPR) ke negara-negara di luar Uni Eropa. Perubahan ini akan memengaruhi lebih dari 70% dari lebih dari dua miliar pengguna Facebook. Pada Desember 2017 yang lalu, Facebook memiliki 239 juta pengguna di AS dan Kanada dan 370 juta di Eropa.

Facebook memiliki 1,5 miliar pengguna di Afrika, Asia, Australia dan Amerika Latin, dan mereka adalah orang-orang yang terpengaruh oleh perubahan tersebut. Pengguna di AS dan Kanada tidak pernah tunduk pada aturan Eropa.

Stephen Deadman, deputy chief global privacy officer Facebook mengatakan bahwa undang-undang konsumen dan GDPR Uni Eropa menetapkan aturan khusus untuk persyaratan dan kebijakan data yang telah diberlakukan Facebook bagi pengguna Uni Eropa. Facebook menawarkan semua orang yang menggunakan Facebook perlindungan, kontrol dan pengaturan privasi yang sama, di mana pun mereka tinggal.

Sylvia Kingsmill, seorang ahli privasi digital di konsultan KPMG, mengatakan langkah semacam itu adalah jalan keluar yang mudah bagi perusahaan-perusahaan teknologi. Dia menambahkan bahwa regulator dan pembuat undang-undang di AS dan Kanada sedang mengerjakan undang-undang mereka sendiri yang akan mencerminkan kontrol yang sama yang ditawarkan oleh GDPR.

GDPR yang akan mulai berlaku bulan depan, menawarkan kepada konsumen UE kendali yang jauh lebih besar atas data mereka. GDPR juga menjanjikan denda bagi perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan data hingga 4% dari pendapatan global tahunan mereka. Facebook telah berada di bawah pengawasan ketat setelah pengungkapan bahwa hingga 87 juta pengguna mungkin dipanen oleh perusahaan pemasaran politik Cambridge Analytica tanpa persetujuan mereka.

Sumber: BBC