Hoax: Kabar Facebook Diblokir 24 April di Indonesia

Gonjang-ganjing terkait bocornya data pengguna Facebook Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica menimbulkan hoax atau berita palsu, yaitu akan diblokirnya Facebook di Indonesia pada tanggal 24 April nanti. Bisa dipastikan bahwa kabar yang viral tersebut adalah hoax karena sampai saat ini pemerintah terus berupaya meminta hasil audit data kepada Facebook.

Menurut Kompas.com, pemerintah memang bisa mengambil tindakan tegas memblokir Facebook lantaran data satu juta pengguna Indonesia ikut bocor dalam skandal Cambridge Analytica (CA). Meski demikian tidak ada kepastian bahwa tanggal 24 April mendatang, Facebook benar-benar akan diblokir di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam berbagai kesempatan tidak pernah mengatakan akan memblokir Facebook. Melainkan, Rudiantara berkata Kementerian Kominfo tak segan memblokir Facebook, namun harus sesuai prosedur agar langkahnya tak gegabah.

Sebelumnya, pada tanggal 17 April yang lalu DPR telah memanggil Facebook dalam sebuah dengar pendapat dengan Komisi I. Selama 5 jam perwakilan Facebook dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh anggota DPR Komisi I. Dalam kesempatan tersebut Komisi I DPR meminta penjelasan kepada Facebook terkait perjanjian kerja sama dengan Cambridge Analytica untuk mengetahui lebih lanjut letak kesalahan dari skandal kebocoran data pengguna Facebook yang juga melibatkan data pengguna Facebook Indonesia.

Sejauh ini, surat peringatan kedua yang dikirimkan Kominfo belum dibalas oleh Facebook. Oleh karena itu, Kominfo kembali mengirimkan surat, namun bukan surat peringatan ketiga. Dalam surat yang ditandatangani Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan ini, tertuang empat permintaan penjelasan dari pihak Facebook, yakni :

1. Klarifikasi mengenai adanya informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang meluas ke firma analisis lain selain Cambridge Analytica yaitu CubeYou dan Aggregate IQ.

2. Penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook, seperti yang telah dijelaskan pada surat dari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia tanggal 5 April 2018.

3. Memberikan data jadwal dan/atau hasil audit kasus ini;

4. Memberikan data pengguna Facebook Indonesia yang terkena dampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

Sumber: kompas, detik dan okezone